VIDEO: UAS "Bedah" Lengkap Polemik Puan Maharani vs Sumbar, Beri Sindiran Halus Tapi Menohok

Inilah pandangan UAS di ILC bertajuk Sumbar Belum Pancasilais sebagai buntut dari pernyataan Puan Maharani.

Editor: Nani Rachmaini
capture tvone
Ustadz Abdul Somad di ILC Selasa (8/9/2020). 

5. Lalu tentang Keadilan Sosial.

Orang Minangkabau amat sangat adil. Anak didukung, kemenakan dipangku.

Perempuan Minangkabau tidak pernah pergi jauh dari kampung halaman untuk cari makan. Karena mereka ada ninik mamak yang adil.

Perempuan tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak adil. Mereka mempunyai harato tinggi yang tidak dibagi.

Sebagian ulama mempersoalkan kenapa harta tinggi tidak dibagi sebagai harta waris. Karena itu sebenarnya adalah wakah keluarga.

Ketika seorang perempuan tidak punya suami, ayah, dan saudara laki-laki, siapa yang akan memelihara dia, beri makan dia, ada harato tinggi. Ini soal keadilan.

Orang Minangkabau amat sangat Pancasilais. Mana buktinya.

Dari sabang sampai Papua, pesawat yang mendarat di Sorong, begitu turun di air port, tangan melambau dari jauh, saya suruh mendekat, ambo urang Payakumbuh.

Betapa jauh tempat kita memandang, tapi orang Minangkabau ada di sana.

Saya diminta sepatah dua patah kata penggalang dana pembangunan surau sydney namanya. tak hanya di Indonesia sampai Sydney bisa sosialisasi.

Dia diterima di mana saja. di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Orang Minangkabau tidak pemarah, tidak pendendam.

Begitu sengit perdebatan Buya Hamka dan M Yamin, tapi kemudian sebelum meninggal dunia M Yamin bilang nanti jenazah ku tolong dibawa Buya Hamka ke kampung halaman.

Mereka berdebat sengit, argumentatif, tapi hati mereka lembut dan baik.

Lalu tiga bulan sebelum Indo Merdeka, 17 Agustus, berarti tiga bulan itu bulan Mei (1945), M Yamin, putra Minangkabau, sudah suarakan perikebangsaan, perikemanusiaan, periketuhanan, perikemasayarakatan, perikesejahteraan dan keadilan sosial.

Embrio Pancasila itu datang dari pemikiran putra Minangkabau, lalu disuarakan oleh Bung Karno, lalu disusun secara rapi oleh 9 orang, dan di antara 9 orang itu, 3 orang adalah minangkau: Agus Salim, Muhammad Yamin, dan Bung Hatta.

Kalau 9 orang, 3 orang ada orang minangkau maka sesungguhnya Minangkabau mewarnai setiap langkah dan gerak pemikiran Indonesia.

Ini iklan gratis untuk anak muda Minangkabau supaya dia lebih memahami siapa, apa, dan bagaimana Minangkabau.

Doa dan 3 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah Dikerjakan Umat Muslim di Malam Jumat

Bisnis Kasur Kapuk Tiga Generasi, Sejak 1962 Masih Eksis di Kota Jambi

Potongan Harga Mobil Baru Toyota di Auto 2000 September 2020 - Potongan hingga Rp 30 Juta

Di balik ini semua ada hikmah dan pelajaran berharga.

Siapa yang bericara, sesungguhnya dia sedang mempresentasikan isi kepala kepada orang banyak.

Siapa yang bicara, dia sedang tunjukkan isi kepala kepada orang banyak.

Oleh karena itu, apabila kita tidak terbiasa terletaih berbicara, lebih baik bicara pakai teks supaya selamat.

Karena kita pun sudah terbiasa sudah bicara pakai teks, dari dulu sapai sekarang.

Saya pun latih, supaya tidak terpeleset.

Ini video lengkapnya.

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIDEO Ustaz Abdul Somad Kupas 5 Sila Pancasila hingga Ingatkan Puan Maharani: Bicara Pakai Teks Saja
Editor: Suprapto

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved