Jasa Servis Mesin Tik Syahrial Masih Dicari, Walau Tak Seramai Dulu, Masih Bisa Jadi Ladang Rejeki
Sisi lain, pekembangan teknologi canggih akan menggerus penemuan-penemuan yang pernah ada. Satu di antaranya adalah mesin tik.
Penulis: tribunjambi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sains dan teknologi selalu berkembang dari zaman ke zaman. Manusia selalu haus akan kreatifitas dan berinovasi menciptakan hal baru.
Sisi lain, pekembangan teknologi canggih akan menggerus penemuan-penemuan yang pernah ada. Satu di antaranya adalah mesin tik.
Masa kejayaan mesin tik berada di era 1980an. Syahrial Bahari (54), pemilik toko jasa servis mesin tik yang masih eksis di Kota Jambi, mengatakan di kala itu memang mesin tik menjadi primadona.
• Saat Kopassus, Kopaska dan Denjaka Bergabung, Perompak Somalia Tak Berkutik
• 225 SPBU di Sumbagsel Sudah Terdigitalisasi, 33 SPBU di Jambi
• Gempa Hari Ini, Gempa 5,1 M Guncang Pacitan Terasa hingga Wonogiri dan Yogyakarta
"1980an itu saya ingat sekali, saya selalu dipanggil ke banyak instansi pemerintah. Bolak-balik ke kantor gubernur saja dulu saya sering sekali," katanya saat ditemui tribunjambi.com, Kamis (10/9/2020).
"Di kantor gubernur, satu ruangan saja saya bisa memperbaiki 10 mesin tik. Hampir tiga hari saya bolak-balik ke sana," katanya lagi.
Ia juga mengatakan saat itu ia dan teman-temannya sangat kualahan menghadapi banyaknya konsumen.
Di era digital seperti sekarang, ternyata pengguna mesin tik masih banyak.
"Mesin tik masih dipakai di beberapa instansi. Selain itu pelabuhan, notaris, bahkan mahasiswa pun pernah datang ke sini untuk memperbaiki mesin tik," ujarnya sambil terheran.
"Banyak yang kesulitan mencari lokasi saya ini. Terlebih dari luar Kota Jambi, seperti dari Tungkal, Merangin, Bungo, dan tempat lainnya, pasti kesulitan untuk ke sini," ungkapnya.
Syahrial sering kali terharu, di masa perkembangan teknologi seperti ini, masih banyak yang mencari jasanya.
"Saya terkadang berfikir, jalan rejeki dan jodoh itu benar adanya. Sampai orang yang jauh-jauh itu masih mencari toko servis mesin tik saya," katanya.
Meski yang datang tidak seramai dulu, ia masih sangat bersyukur toko yang ia rintis sejak 1986 ini masih bisa menjadi ladang rejeki baginya.
"Sekarang, per bulan itu ada puluhan yang datang ke sini," bebernya.
Biaya jasa servis mesin tik yang terletak di Jalan Prof. DR Hamka nomor 8A, RT 5, Murni, Danausipin, Kota Jambi ini, sekitar Rp 120 ribu-Rp 500 ribu.
"Tergantung kesulitannya. Terlebih juga untuk sparepartnya. Sekarang sparepart sulit sekali didapatkan. Saya cari mesin-mesin lama untuk dijadikan kanibalan komponennya. Yang masih bisa diakali ya diakali," jelasnya.
• Mengapa Nella Kharisma Tak Bisa Masuk TV Nasional, Inul Daratista Mengungkapnya
• Pangdam II/Sriwijaya Kunker ke Sarolangun, Mayjen Agus Sapa Hingga Ajak Masyarakat Gunakan Masker