Berita Selebritis

Malangnya Nasib Pinkan Mambo, Sempat Jualan Pisang hingga Disiksa Debt Collector Akibat Banyak Utang

Sambil berurai air mata, wanita 39 tahun ini curhat bahwa dirinya pernah merasakan terlilit utang dan menjual pisang goreng demi menyambung hidup.

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Pinkan Mambo 

"Sakitnya tuh di sini, terus belum lagi dihujat kadang-kadang khalayak umum dikata-katain.

Sejak Pinkan ke Amerika terus pulang ke sini jadi miskin, jadi ini jadi itu. Iya aku denger," terangnya.

Hingga akhirnya dengan perjuangannya, Pinkan pun akhirnya mampu melunasi utang-hutangnya.

"Tapi aku titik terindahnya aku punya utang banyak kak, sampai hari ini udah lunas semuanya. Tuhan baik," jelas Pinkan Mambo.

Tak hanya menerima hujatan, perempuan kelahiran 1980 ini juga pernah mengalami penyiksaan oleh debt collector.

Pinkan Mambo sendiri sampai merasa takut lantaran menerima siksaan tersebut.

"Nggak ada yang nolongin itu titik terendah aku. Nggak ada yang nolongin, disiksa, pernah juga aku dipukul.

Aku takut sama tukang tagih gitu, ini bisa kebayar nggak ya dari pisang doang?" tuturnya.

Namun, dari hasil kerja kerasnya jualan pisang, Pinkan Mambo pun mendapat rezeki tak terduga.

"Tapi gara-gara dari pisang itu, aku tekunin aja eh tiba-tiba ada orang yang datang ke sini, beli pisang aku, terus orang bayarnya itu dikasih amplop itu Rp 3 juta. Jadi sofanya itu lunas," katanya.

Di akhir ungkapannya, mantan rekan duet Maia Estianty ini berharap hidupnya bisa terlepas dari utang.

Ia menegaskan kembali jika hutangnya bisa terbayar lunas berkat hasil jerih payahnya jualan pisang goreng.

"Aku cuma pengen lepas dari utang.

Makanya kalau temen-temen cuma punya utang berapa, tanya gue gitu. Gue ngalamin semua itu.

Dan ada yang nolong gak? Nggak ada dan gue ngebayar utang itu semuanya dengan pisang goreng," pungkas Pinkan Mambo.

Berikut video lengkapnya:

(TribunStyle.com/Heradhyta)

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved