Berita Selebritis
Malangnya Nasib Pinkan Mambo, Sempat Jualan Pisang hingga Disiksa Debt Collector Akibat Banyak Utang
Sambil berurai air mata, wanita 39 tahun ini curhat bahwa dirinya pernah merasakan terlilit utang dan menjual pisang goreng demi menyambung hidup.
TRIBUNJAMBI.COM - Naisib tragis sempat dialami Pinkan Mambo hingga dirinya harus berjualan pisang gorang. Eks rekan duet Maia Estianty sampai alami penyiksaan.
Seperti diketahui nama Pinkan Mambo sempat populer di Tahun 2000 an saat duet bersama Maia Estianty, yakni Duo Ratu.
Namun kehidupan Pinkan Mambo berubah sejak keluar dari Duo Ratu.
Bahkian tak lama hengkang, karier Pinkan Mambo mendadak meredup, bahkan kini dirinya kesulitan ekonomi.
Sambil berurai air mata, wanita 39 tahun ini curhat bahwa dirinya pernah merasakan terlilit utang dan menjual pisang goreng demi menyambung hidup.
• Krisdayanti Terdepak, Aurel Ngemis ke Ashanty Mau Dampinginya di Pelaminan, Istri Anang: Sedih!
• Siapa Sebenarnya Sosok Wika Salim, 2 Tahun Jadi Janda hingga Rela Dibayar Rp 75 Ribu Lakukan Ini
• Adam Suseno Mendadak Masukkan Inul Daratista ke Dalam Koper, Sang Istri: Mau Dibuang Kemana Aku?
• Malangnya Nasib Vanessa Angel Akun Instagramnya Menghilang, Bibi Ardiansyah: di Situ Kami Cari Uang
Pengakuan mengejutkan lagi, pemilik nama Pinkan Ratnasari Mambo ini mengungkap jika ia pernah mengalami penyiksaan oleh debt collector.
Hal itu diungkapkan Pinkan Mambo, lewat kanal YouTube Cumicumi 'Pengakuan Mengejutkan Pingkan Mambo Mengaku Dihujat dan Disiksa Hingga Berurai Air Mata'.
Penyanyi yang sempat berada di puncak karier pada tahun 2006 silam berkat lagu Kasmaran ini mengabarkan jika harus jualan pisang goreng.
"Dulu juga aku nggak tahu, kalau (jual) pisang goreng aku. Aku hanya menangis, tapi aku tetap percaya aku kayak Cinderella aku percaya kalau suatu hari nanti Tuhan pasti angkat lagi hidup aku," ungkap Pinkan Mambo.
Selain untuk menghidupi kelima anaknya, hasil jualan dari pisang goreng itu juga ia gunakan untuk membayar hutangnya.
"Demi melunasi utang aku, demi aku menafkahi lima orang anak aku, aku mesti jalan naik motor pinjeman, terus ke warung-warung.

Seorang Pinkan Mambo naik motor aku jualan pisang, satu pisang Rp 2.000 sampai Rp 3.000 untungnya tuh Rp 500.
Aku nggak punya modal, aku bilang sama Tuhan 'Tuhan andai aku punya uang Rp 100 ribu, aku bisa jual pisang lebih banyak lagi'.
Tapi nggak punya modalnya. Aku buat pisang aja, tiba-tiba tetangga aku dari sebelah kasih aku terigu," sambungnya.
Bahkan, Pinkan Mambo sendiri harus menerima hujatan dari banyak orang.