Fadli Zon Desak Puan Maharani Minta Maaf ke Warga Minang: Itu Malah Akan Merugikan Diri Sendiri!
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai Puan hanya perlu meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung, atau setidaknya memberi klarifikasi.
TRIBUNJAMBI.COM - Nama Ketua DPR RI Puan Maharani mendadak jadi sorotan publik usai menyinggung masyarakat Minang di SUmatera Barat.
Akibatnya, Puan Maharani didesak untuk segera minta maaf atas ucapannya tersebut.
Bahkan Politisi Gerindra Fadli Zon ikut menyoroti pernyataan Puan Maharani yang menurutnya cukup blunder.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di tvOne, Kamis (3/9/2020).
Diberitakan sebelumnya Puan Maharani menyampaikan pernyataan yang mengundang polemik, yakni "Mudah-mudahan Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila."
Kemudian Fadli Zon menilai pernyataan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut tidak tepat fakta dari faktor sejarah.
• Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie Umumkan Dirinya Positif Terjangkit Virus Corona
• Malangnya Nasib Pinkan Mambo, Sempat Jualan Pisang hingga Disiksa Debt Collector Akibat Banyak Utang
• PDI-P Usung Anak Buah Risma, Kader Sendiri Tak Dipilih, Megawati: Tidak Ada Saya Membuang Whisnu
• Krisdayanti Terdepak, Aurel Ngemis ke Ashanty Mau Dampinginya di Pelaminan, Istri Anang: Sedih!
Ia menegaskan tidak bermaksud mencari isu dengan membahas pernyataan Puan yang dinilai blunder tersebut.
"Ini bukan menggoreng. Saya kira dari diksinya saja sudah jelas, ada semacam keraguan," komentar Fadli Zon.
"Ini mungkin slip of the tounge, salah ucap atau salah bicara," lanjutnya.
Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai Puan hanya perlu meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung, atau setidaknya memberi klarifikasi.
"Kalau ada salah ucap atau salah bicara, mudah saja, tinggal diralat. Kalau lebih jauh minta maaf," kata Fadli.
Fadli melanjutkan, argumentasi yang menuai keberatan dari banyak pihak itu justru menjadi blunder bagi sang Ketua DPR.
Apalagi pernyataan Puan menyangkut masyarakat Minang.
"Kalau misalnya mau mempertahankan argumentasi, saya kira itu akan merugikan diri sendiri," komentar politisi berdarah Minang ini.