Breaking News:

Toko Jasa Servis Star Elektronik Terimbas Pandemi, Omzet Turun 50 Persen

Atik (53), pemilik sekaligus teknisi toko tersebut mengatakan, biasanya toko mendapat lebih dari tujuh unit elektronik yang rusak per hari. Saat pande

Penulis: tribunjambi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribun Jambi/Widyoko
Atik (53), teknisi sekaligus pemilik toko servis elektronik sedang memperbaiki tv pelanggannya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Star Elektronik, satu di antara toko jasa servis elektronik di Thehok, Kota Jambi, mengalami penurunan omzet. Penurunan ini terjadi di masa pandemi Covid-19.

Atik (53), pemilik sekaligus teknisi toko tersebut mengatakan, biasanya toko mendapat lebih dari tujuh unit elektronik yang rusak per hari. Saat pandemi datang, ia dan satu asistennya hanya mengerjakan tiga unit elektronik rusak per hari.

“Memang corona ini dampaknya sangat besar. Ini saja beberapa bulan lalu, saya memperbaiki amplifier sama tv milik satu karaoke terkenal di Jambi. Sampai sekarang belum diambil-ambil. Alasannya uang belum cair dari bos mereka. Mereka juga dua bulan tutup selama pandemi,” jelasnya, Rabu (2/9/2020).

Sekolah Zona Kuning dan Zona Hijau Boleh Belajar Tatap Muka, Mendikbud Siapkan Kurikulum Darurat

Jaga Transparansi Tahapan Pilkada, KPU Bungo Akan Siarkan Langsung Lewat Medsos

Moslem Tactical Defence, Bela Diri Praktis Gagasan Anak Jambi

Ia juga mengatakan, penurunan omzet yang ia rasakan masa pandemi ini hingga 50 persen. Namun ketika tribunjambi.com menanyakan jumlah angka, ia enggan menjawabnya.

“Biaya servis beragam ya, mulai Rp 50 ribu-Rp. 350 ribu atau lebih. Tergantung kerusakan dan harga sparepart-nya,” ujar Atik.

“Beruntung, harga sparepart elektronik tidak naik. Sehingga saya masih bisa bertahan untuk membayar pegawai, peralatan, kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain, meskipun apa yang didapatkan tidak seperti biasanya,”ujarnya lagi.

Ia berpendapat hal ini terjadi karena orang-orang punya prioritas kebutuhan. Sehingga prioritas memperbaiki perangkat elektronik sementara dikesampingkan.

“Saya berharap perekonomian kembali pulih. Agar perputaran ekonomi di Jambi bisa seperti dulu. Saya juga miris, melihat tempat karaoke berkelas di Jambi saja bisa tumbang. Apa lagi usaha-usaha kecil seperti kami,” tutupnya kepada Tribun Jambi saat ditemui di tokonya. (Tribun Jambi/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved