Positif Corona Jambi 303

Sekolah Zona Kuning dan Zona Hijau Boleh Belajar Tatap Muka, Mendikbud Siapkan Kurikulum Darurat

Pj Sekda Provinsi Jambi, Sudirman mengatakan, hal itu sebagai respons Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, terkait permintaan dari sejum

Tribunjambi/mareza
Pj Sekda Provinsi Jambi, Sudirman usai rapat terbatas membahas simulasi sekolah tatap muka, Rabu (2/9/2020). 

Simulasi Akan Dimulai Secepatnya

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Syahran menambahkan, kurikulum darurat ini akan disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan akan diterapkan secepatnya.

Simulasi untuk proses belajar-mengajar tatap muka ini juga akan dilakukan secepatnya.

Namun, dia belum bisa memastikan kapan akan diterapkan.

Ibu Korban Sebut Fauzi Baru Pulang Dua Bulan dari Batam Hingga Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

PLN Berikan Kado Istimewa untuk Desa Sungai Cemara di Usia Ke-50 Tahun

Ini Penjelasan BKSDA Soal Temuan Buaya 4,5 Meter di Tanjabtim yang Nyasar ke Permukiman Warga

Perlu diketahui, di Provinsi Jambi, dari 11 kabupaten/kota, 2 di antaranya termasuk dalam zona oranye, sementara 9 lainnya masih masuk dalam zona kuning.

Dua kabupaten/kota yang dimaksud adalah Kota Jambi dan Kabupaten Tebo.

Sementara sembilan lainnya, mulai dari Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Merangin, Bungo, Kerinci, dan Kota Sungai Penuh.

"Dalam waktu dekat mungkin sudah bisa diberlakukan. Kita kan, punya daftar periksa, sekolah mana saja yang siap untuk melaksanakan proses belajar-mengajar tatap muka. Nanti kita lihat dari sana," ujarnya.

Dalam pelaksanaanya nanti, sekolah yang akan menjadi tempat pelaksanaan belajar tatap muka mesti memenuhi standar yang ada.

Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, pengukur suhu badan, hingga masker dan sarung tangan.

Saat disinggung terkait paket data kuota internet, Syahran menjelaskan, kuota belajar yang menjadi bantuan pemerintah untuk siswa tidak mampu akan tetap disalurkan.

Hal itu mengingat, belajar di rumah juga bisa diberlakukan sebagai alternatif.

"Kan tidak mesti tatap muka. Hanya saja, sebagian orang tua kan, merasa belajar tatap muka lebih efektif, sehingga diberlakukanlah itu," ulasnya.

Namun, pihaknya masih akan terus mengkaji kelayakan sebelum simulasi sekolah tatap muka itu diterapkan.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved