PT BMM di Bungo Terbakar, Api Diduga dari Percikan Las
Si jago merah mengamuk di pabrik PT Bungo Mitra Makmur (BMM). Diduga dari percikan api saat mengelas elevator.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Si jago merah mengamuk di pabrik PT Bungo Mitra Makmur (BMM). Diduga dari percikan api saat mengelas elevator.
Berdasarkan data yang diperoleh tribunjambi.com, kebakaran itu terjadi di pabrik yang terletak di Jalan Lintas Bungo- Tebo KM 118.
Komandan Wilayah Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bungo, Afdal Arif menyampaikan kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2020) sekitar pukul 20.50 WIB.
Proses pemadaman tersebut sempat terkendala karena ruangan yang tertutup dan panas tinggi. Sehingga api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 23.10 WIB.
"Kebakaran elevator di PT BMM disertai panas tinggi karena ruang tertutup dengan sekat struktur pelat baja," ujarnya.
• Pasien Reaktif Rapid Test Asal Muaro Jambi Meninggal, Sempat Berobat di Rumah Sakit
• Kepala Ombudsman Akui Sempat Komunikasi dengan Dirut RSUD Raden Mattaher Terkait BPPD
Awalnya petugas jaga Mako Damkar menerima info awal lewat sambungan telepon yang disampaikan Ikhsan, Kasubbag Tata Usaha PT BMM.
Kemudian, informasi yang diterima petugas diteruskan ke pos jaga terdekat (Pos Damkar Babeko). Seiring dengan itu seorang karyawan Asep juga melaporkan kejadian dengan mendatangi langsung ke pos terdekat yang jaraknya 4 Km.
Setelah menerima laporan, unit dan regu Damkar Babeko di bawah Danru Gusnanda Saputra tiba lebih awal di tempat kejadian dan langsung melakukan pemadaman.
Selang berapa menit kemudian Unit Twin Agent (Regu 09) dan Rescue Peleton I dari Mako Bungo tiba untuk memberikan bantuan. Operasi pemadaman diambil alih langsung oleh Kasi Penyelamatan dan Pemadaman, Ariyanto.
"Pada awalnya kebakaran sempat membuat panik karyawan yang bekerja saat itu karena usaha pemadaman yang dilakukan oleh beberapa karyawan tidak membuahkan hasil karena sumber api terperangkap dalam ruang tertutup terbuat dari struktur plat baja yang tingginya mencapai 24 meter," ungkapnya.
Namun berkat kerja keras petugas pemadam dan bantuan personel perusahaan PT BMM, kebakaran dapat dipadamkan setelah semua personel berjuang selama kurang lebih dua jam.
Personel PT BMM dan Regu Babeko melakukan pendinginan bagian bawah, sedang Regu 09 melakukan pemadaman dari cerobong atas dengan melakukan penyemprotan mengunakan media Foam (AFFF).
• VIDEO Pemugaran Candi Kedaton Masuki Tahap Akhir, Puluhan Warga Setempat Terlibat
• 4 Pengguna Sabu Diamankan Polres Merangin, Seorang Perempuan Ditangkap Bersama Pacar
Dari informasi yang dihimpun di lapangan oleh petugas, kebakaran diduga disebabkan kerena adanya percikan api ke material las pada ruang elevator yang jatuh menimpa kernel (minyak inti kelapa sawit).
Hendi, salah seorang karyawan PT BMM yang hadir pada kejadian membenarkan elevator sedang dalam perbaikan sejak pagi hingga sore hari dan belum selesai.(Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)