Keluhkan Buruknya Kondisi Ekonomi, Ini Cara Sandiaga Uno Agar UMKM Masih Berdaya di Tengah Pandemi

Pandemi virus corona atau covid-19 berdampak langsung pada lesunya perekonomian nasional, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Editor: Rohmayana
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
VIDEO: Ketika Virus Corona Membuat Sandiaga Uno Cuci Tangan sampai 20 Kali dalam Sehari 

TRIBUNJAMBI.COM.COM, JAKARTA - Melemahnya perekonomian nasional selama Pandemi virus corona atau covid-19 berdampak dengan kelangsungan hidup masyarakat.

Lesunya perekonomian nasional, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya bidang pertanian.

Keluhan tersebut diungkapkan Founder OK OCE Indonesia, Sandiaga Uno seperti yang dirasakan Sumariati, petani tomat dan bawang asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTT).

Sumariati disampaikan Sandi mengeluhkan nasib ribuan petani tomat dan bawang di Lombok Timur yang merugi karena harga jual komoditas yang murah saat musim panen.

KPK Ingatkan Bakal Calon Kepala Daerah Segera Laporkan LHKPN

Misteri Kematian Tien Soeharto Mulai Terkuak, Rumor Tertembak-Meninggal di RSPAD Gatot Soebroto

Setahun Derita Kanker Payudara Stadium III, Mega Ningsih Berharap Sembuh Demi Anaknya,

Pelaku usaha diharapkannya tidak saling menyalahkan, tetapi bijak menghadapi masalah lewat sistem perdagangan yang sederhana, terbuka dan berkeadilan.

Sistem tersebut disebutnya Kegerus.

Kegerus merupakan akronim Keroyok, Gerilya, dan Urai satu-satu.

"Keroyok, kita harus mampu menyelesaikan masalah ini, selesaikan dengan satu konsep distribusi sederhana, terbuka dan berkeadilan," ungkap Sandi dalam Webinar bersama OK OCE Indonesia dan Agricon Indonesia bertajuk 'Strategi Bisnis Pertanian di Tengah Pandemi bagi UMKM' pada Sabtu (29/8/2020).

"Gerilya, datang ke tempat langsung, sedangkan Urai satu-satu masalahnya, duduk bersama dan selesaikan," tambahnya.

Fakta Menarik Kolaborasi Lagu Ice Cream, BLACKPINK Ungkap Kerendahan Hati Selena Gomez

Selain itu, Sandi berharap adanya inovasi dan sinkronisasi dari para pelaku usaha.

Misal, petani tidak lagi menjual komoditas mentah ke pasar, tetapi mengolah hasil panennya terlebih dahulu guna meningkatkan nilai ekonomis produknya.

Langkah tersebut disampaikannya seperti yang dilakukan Imel, pemilik sambal kemasan merek Bu Kribo.

Sambal yang semula merupakan pelengkap makanan khas tradisional diangkat potensinya dengan dikemas secara khusus.

"Mungkin sambel bisa diolah menjadi sambal taliwang, adanya ghost kitchen bisa bekerjasama dengan petani di Lombok Timur," jelasnya.

Sedangkan, keluhan para petani di Brebes Selatan, Bumiayu, Jawa Tengah yang mengeluhkan tidak lakunya produksi brokoli, kubis dan hasil panen lainnya dijawab Sandi sederhana.

Fakta Menarik Kolaborasi Lagu Ice Cream, BLACKPINK Ungkap Kerendahan Hati Selena Gomez

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved