Kopassus Jadi 'Hantu Putih' Kalahkan 3000 Pemberontok Kongo, Tanpa Jatuh Korban Jiwa

Hal ini lantaran tim Kopassus kala itu hanya menggunakan strategi sederhana yang membuat ribuan pemberontak Kongo menyerah tanpa adanya baku tembak

Editor: Duanto AS
Kolase/Ist
Ilustrasi Kopassus, pasukan elite TNI AD, dan hatu putih. 

Kopassus Jadi 'Hantu Putih' Kalahkan 3000 Pemberontok Kongo, Tanpa Jatuh Korban Jiwa

TRIBUNJAMBI.COM - Menjadi anggota Kopassus harus cerdas, apalagi menjadi perwira harus penuh strategi.
Kisah pasukan elite TNI AD Komando Pasukan Khusus ( kala itu RPKAD ) ini terjadi saat misi di Kongo.

Pasukan elite TNI memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap enteng.

Bayangkan, 30 Kopassus melawan 3000 orang pemberontak Kongo, tapi bisa menang.

Daftar Mutasi 62 Perwira Tinggi TNI, Danjen Kopassus Diganti

Pengalaman Komandan Kopassus saat Hilang 18 Hari di Hutan Papua, di Luar Nalar

Bentrokan Kopassus dan Marinir Bikin Jakarta Mencekam, Peristiwa 1964

Itulah alasan Kopassus menjadi pasukan elite yang berbahaya di dunia.

Satu di antara prestasi Kopassus yaitu mengalahkan pemberontak Kongo.

Strategi Kopassus kalahkan ribuan pemberontak Kongo memang kisah yang cukup fenomenal, yang menunjukkan kecerdikan pasukan baret merah andalan TNI.

Hal ini lantaran tim Kopassus kala itu hanya menggunakan strategi sederhana yang membuat ribuan pemberontak Kongo menyerah tanpa adanya baku tembak

Kesuksesan misi kopassus kala itu menunjukkan kalau Kopassus tak hanya ahli dalam bertempur, tapi juga ahli dalam mengatur strategi

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Dari RPKAD ke Kopassus, Ini Perjalanan Pasukan Baret Merah TNI AD', Kopassus saat itu jadi bagian dari Kontingen Garuda III di Kongo 1962-1963.

Kala itu, Kongo tengah dilanda konflik mencekam akibat adanya pemberontak.

Suatu ketika markas pasukan Garuda III diserang para pemberontak yang merasa terusik terhadap kehadiran pasukan Garuda III.

Ilustrasi. Tentara nasional Indonesia AD
Ilustrasi. Tentara nasional Indonesia AD (instagram @tentaranasionalindonesia.id)

Sekitar 2000 pemberontak menyerang secara tiba-tiba markas Garuda III yang hanya dihuni 300 orang.

Baku tembak yang cukup sengit membuat sejumlah pasukan Garuda III mengalami cedera ringan.

Menjelang subuh, para pemberontak pun menghentikan serangannya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved