Bentrokan Kopassus dan Marinir Bikin Jakarta Mencekam, Peristiwa 1964

Seorang pria berpakaian olahraga, tanpa rasa takut masuk ke asrama KKO yang personelnya sedang bentrok dengan RPKAD. Bentrokan Kopassus dan Marinir

Editor: Duanto AS
Istimewa
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 

Seorang pria berpakaian olahraga, tanpa rasa takut masuk ke asrama KKO yang personelnya sedang bentrok dengan RPKAD. Bentrokan Kopassus dan Marinir itu membuat Jakarta geger.

TRIBUNJAMBI.COM - Bentrok RPKAD (sekarang Kopassus) dengan KKO (sekrang Marinir) terjadi pada 1964, hingga membuat kondisi Jakarta mencekam.

Saat itu, pasukan elite TNI AD masih bernama RPKAD dan Marinir masih bernama KKO.

Dua pasukan elite, Kopassus dan Marinir, nyaris bentrok lantaran salah paham.

Anggota kopassus Ini Berpura-Pura Mati Disamping Jazad Temannya Selama 5 Hari

Saat Pertempuran Di Hutan Kalimantan, Pasukan Inggirs Kaget Lihat Kemampuan Kopassus

16 Kopassus Dikepung Musuh, Tembak-tembakan di Bukit, Sintong Tak Pernah Kirim Helikopter

TNI terdiri terdiri dari tiga matra darat, laut dan udara. Pasukan-pasukan tersebut siap mati untuk membela tanah air dan bangsa.

Namun apa yang terjadi jika pasukan elite itu saling berhadap-hadapan dan siap saling serang.

Sejarah mencatat itu pernah terjadi.

Kala itu, anggota RPKAD baku hantam dengan KKO.

Para prajurit Kopassus
Para prajurit Kopassus (IST)

Persoalan dipicu kesalahpahaman karena lirikan.

Baku hantam

Dalam buku yang ditulis Julius Pour Benny Tragedi Seorang Loyalis, disebutkan bahwa baku hantam terjadi di Lapangan Benteng, Jakarta, pada 1964.

Kkedua pasukan bersitegang gara-gara saling ejek ketika mereka sama-sama latihan di Lapangan Banteng.

Pasukan KKO waktu itu latihan baris-berbaris, sementara pasukan RPKAD latihan mengemudi mobil.

Entah siapa yang memulai lebih dulu saling ejek terjadi antara kedua pasukan.

Bentrok tak terhindarkan.

Kisah 2011, Perompak Somalia Dilumpuhkan Tiga Satuan Elit TNI, Kopaska, Kopassus dan Denjaka Bersatu

Intel Kopassus Diminta Sembunyikan Istri Panglima GAM, Simak Kisahnya

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved