Breaking News:

Update Positif Corona Jambi

Program Pelatihan Kerja ke Jepang Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19, 85 Orang Lolos dari Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi melalaui Dinas Tenaga Kerja tetap menggelar seleksi untuk pelatihan ketenagakerja ke Jepang meski di tengah pandemi Covid-19

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, Bahari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalaui Dinas Tenaga Kerja tetap menggelar seleksi untuk pelatihan ketenagakerja ke Jepang meski di tengah pandemi Covid-19. Setidaknya ada 85 orang yang sudah dipastikan lulus untuk pelatihan kerja.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi, Bahari mengatakan bahwa untuk proses lanjutan dari seleksi tersebut, pihaknya akan melakukan tes bahasa Jepang di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jambi pada Senin (24/8) mendatang.

“Ini sudah direncanakan, ada penguji dari Jakarta datang untuk melakukan tes itu,” kata Bahari, Kamis (20/8).

Lanjutnya, awalnya yang mendaftar untuk pelatihan kerja ke luar negeri ini sebanyak 315 orang untuk pria. Namun, setelah dilakukan verifikasi berkas terseleksi hanya 260 orang. Selanjutnya dilakukan tes kembali dan hanya lulus 73 orang.

BPK Temukan Penyelewengan Anggaran hingga Rp 2 Miliar, Kasus TPP Jadi Temuan Baru di Tanjabbar

10 Hektar Lahan di Tanjab Barat Terbakar Sejak Januari sampai Agustus 2020

Sementara untuk perempuan, jumlah yang mendaftarkan diri ada sebanyak 20 orang dan yang dinyatakan lulus hanya 12 orang. Bahari menyebutkan, untuk perempuan yang dinyatakan lulus tersebut saat tes di BLK nanti hanya 9 orang yang mengikuti.

“Satu orang sakit dan satu orang lagi tak dapat restu dari orang tuanya,” tambahnya.

Kemudian juga, setelah semua tahap seleksi telah dilakukan di Jambi, maka peserta yang lulus ini kembali dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan selama dua bulan. Di sana mereka akan dilatih tentang perawatan lansia dan lain sebagainya.

“Kalau syarat dan semua dokumen lengkap mereka langsung dikirim ke Jepang untuk pelatihan kerja, nanti mereka juga diberikan upah dan mengikuti pendidikan selama tak mengganggu jam kerja,” sebutnya.

Pemberangkatan ini, juga menunggu dari Kementerian. Bahari menyebutkan jika mereka pelatihan di Jepang, gaji yang mereka terima berkisar Rp9 juta hingga Rp13 juta per bulan. Kemudian semua fasilitas disiapkan.

“Intinya kita siapkan di sini, kemungkinan akan kita berangkatkan, meski covid. Hanya saja kita persiapan jika sudah dipersilahkan berangkat dengan kondisi yang memungkinkan kita sudah siap juga,” jelasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved