Breaking News:

Provinsi Jambi Masih Butuh 20 Pabrik Kelapa Sawit untuk Menampung Produksi TBS

Provinsi Jambi masih kekurangan pabrik kelapa sawit (PKS). Dilihat dari luas lahan perkebunan sawit saat ini, Provinsi Jambi masih membutuhkan 20 PKS.

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Agusrizal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi masih kekurangan pabrik kelapa sawit (PKS). Dilihat dari luas lahan perkebunan sawit saat ini, Provinsi Jambi masih membutuhkan skitar 20 PKS untuk untuk menampung produksi 2 tahun ke depan.

Jumlah PKS yang ada di Provinsi Jambi kini sebanyak 79 unit. Dengan kapasitas masing-masing pabrik rata-rata 60 ton perjam, atau membutuhkan sekitar 12.000 hektare kebun sawit.

Sedangkan, luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi berjumlah 1.134.640 hektare di luar kawasan konservasi. Dengan kemampuan produksi kelapa sawit di Provinsi Jambi saat ini masih rata-rata 1 - 1,5 ton per hektare per bulan.

BREAKING NEWS Gudang Boiler Perusahaan Kayu di Sungai Duren Habis Terbakar

Lapas Kelas IIB Muara Bungo Over Kapasitas, Napi Kasus Narkotika Mendominasi

"Kalau dihitung dari luas lahan, masih dibutuhkan sekitar 20 pabrik lagi. Kenapa saat ini masih bisa ditertampung, karena saat ini kelapa sawit masih trek dan banyak replanting. Namun dua tahun ke depan setelah berbuah kembali, produksi akan melimpah, bisa dua kali lipat," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal.

Sebab menurut Agus, tindakan replanting dengan perbaikan budidaya tanaman yang benar dan bibit yang bersertifikat akan mendongkrak produksi. "Itu produksi bisa 1-3 ton perbulan," katanya.

Selain itu, luas lahan perbunan kepala sawit di Provinsi Jambi terus berkembang. Ditambah lagi nantinya penerapan B100 oleh pemerintah juga akan meningkatkan serapan kelapa sawit dalam Negeri.

Produksi kelapa sawit di Provinsi Jambi saat ini 60 persen masih dari sawit rakyat dan 40 persen dari perusahaan.

Untuk mendorong adanya investasi pendirian PKS baru di Provinsi Jambi, disebutkan Agus saat ini sedang mendorong dengan Perda. "Kita akan lakukan kemitraan langsung antara kelembagaan petani dengan PKS," ujarnya.

Dengan adanya kemitraan ini, ada jaminan pasokan kebutuhan bahan baku pabrik se luas 12.000 hektar bisa dari perkebunan petani.

"Kemudian juga kalau sudah bermitra, harga mengikuti yang ditetapkan oleh kelompok kerja dinas Perkrbunan. Wajib dengan harga sekian, kalau tidak bermitra selisih bisa Rp300 perkilo di tingkat petani. Karena ada perantara lagi antara petani dan pabrik," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved