Sri Mulyani Janjikan Handphone dan Pulsa Gratis untuk Siswa Namun dengan Syarat Ini
Sebelumnya, ada juga kabar gembira terkait 100 persen dana BOS untuk beli kuota internet dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani janjikan Handphone dan pulsa gratis yang jadi kabar gembira untuk seluruh pelajar Tanah Air.
Ya, nampaknya muncul lagi kabar gembira untuk seluruh pelajar di Tanah Air saat masa pandemi ini.
Pasalnya, Pemerintah berencana memberikan bantuan bantuan sosial berupa handphone dan pulsa untuk pelajar di Indonesia.
Bantuan ini diberikan pemerintah untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) para pelajar yang saat ini masih dilakukan dengan cara jarak jauh juga daring atau online.
Sebelumnya, ada juga kabar gembira terkait 100 persen dana BOS untuk beli kuota internet dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
• Cerita Dibalik Foto Jokowi dan Sri Mulyani 22 Tahun Silam, Begini Kata Pengunggah Foto Viral Itu!
• Ibu Rumah Tangga Raup Rp 500 Juta Hasil Tipu Ratusan Lansia, Modus Salurkan Bantuan dari Turki
• Video Detik-detik Begal Payudara di Padang Cabuli Seorang Perempuan Sedang Dorong Kereta Bayi
• Anaknya Sering Main ke Kamar Kos Pacar dan Berhubungan Badan, Orangtua Wanita Lapor Polisi
Mendikbud Nadiem Makarim menyebut dana BOS untuk beli kuota internet demi meringankan beban orangtua dan siswa.
Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng provider internet untuk mensubsidi.
Menurut dia, banyak siswa yang saat ini mengalami kesulitan belajar daring karena kerap tak mempunyai kuota internet.
Apalagi saat ini seluruh sekolah di DKI Jakarta menerapkan sistem belajar mengajar secara daring.
"Ini harus dipikirkan Pemprov DKI, wifi gratis untuk orang-orang miskin dan tidak mampu untuk anak mereka belajar," ujar Lukmanul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2020).
Wifi gratis itu nantinya bisa disediakan bagi warga di pos RW setempat ataupun di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA).
"Bisa kerja sama dengan RT atau RW untuk memantau penggunaan wifi ini," kata dia.
Anggota Komisi A DPRD DKI ini menuturkan, berdasarkan pengamatannya, kebutuhan kuota justru menjadi masalah baru bagi sebagian siswa.
Sebab, tak semua orangtua mampu menyediakan paket internet untuk anaknya belajar di rumah. Terlebih, kondisi perekonomian di Jakarta kini tengah terpuruk imbas pandemi Covid-19.
"Ini menjadi persoalan baru, karena sekarang masyarakat itu susah ekonominya. Tetapi, ada tuntutan daring sekolah anaknya dan harus beli paket setiap hari," tuturnya.