Gara-gara Istri Tolak Bercinta, Seorang Suami di Lampung Ngamuk hingga Bunuh Bayi Kandungnya

Seorang pria di Lampung mendadak ngamuk saat permintaannya bercinta ditolak sang istri.

Editor: Heri Prihartono
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pria di Lampung mendadak ngamuk saat permintaannya bercinta ditolak sang istri.

Pria berinisial KW (20) itu  bunuh bayi yang baru berusia 40 hari.

Ia menganiaya sang bayi dengan cara mencekik dan memukulnya hingga buah hatinya menghembuskan nafas terakhir.

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Komnas Perlindungan Anak tak Setuju Uji Coba Belajar Tatap Muka

Bayi itu berhenti menangis setelah dianiaya namun wajahnya pucat dan nafas tersengal.

Akhirnya, bayi itu tewas.

Aksi sadis pelaku terjadi di Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan pada Minggu (9/8/2020) malam.

Kabar Baik! Selain Pegawai Swasta, Pegawai Pemerintah Non-PNS Juga akan Terima Rp600 Ribu Tiap Bulan

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa keji itu berawal saat KW ditegur oleh istrinya, ES (20) lantaran menciumi sang bayi sambil merokok.

“Ibu korban menegur pelaku karena merokok dekat bayi,” kata  Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

ES yang saat itu sedang membersihkan ikan lalu mendengar suara tangis bayi setelah menegur suaminya.

PDIP Tunda Pembacaan Rekomendasi Pilgub Jambi, Edi Purwanto: Tidak Ada Perubahan Nama

tribunnews
Ilustrasi Bayi (Shutterstock via Kompas)

Ternyata, ES melihat KW sedang mencekik bayi berumur 40 hari itu.

ES lalu mengambil bayi dari KW sambil memarahinya.

ES lalu menenangkan bayi itu sambil memberinya ASI.

Cekcok kembali terjadi setelah ES menolak permintaan KW yang mengajaknya bercinta.

ES beralasan ia tidak bisa memenuhi keinginan suaminya karena baru 40 hari setelah melahirkan (nifas).

“Pelaku naik pitam dan melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya yang masih digendong oleh istrinya itu,” ujar Binsar.

ES berusaha melindungi sang bayi dari amukan KW dengan cara membelakangi pelaku.

Namun pelaku masih terus berusaha memukul hingga mengenai kepala belakang bayi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved