Kenapa Emas Batangan Terus Naik Harganya? Inflasi hingga Perubahan Nilai Tukar, Mana Dominan?

Jika ditinjau dari 7 hari lalu (30 Juli 2020), harga emas Antam naik Rp 38.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 1.016.000. Ada sejumlah faktor

Editor: Suci Rahayu PK
Antara Foto
Ilustrasi logam mulia 

TRIBUNJAMBI.COM - Harga emas terus mendaki, dan berhasil menembus Rp 1 juta per gram.

Pada Kamis, 6 Agustus 2020, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram mencapai Rp 1.054.000.

Dan pada Jumat (7/8) kembali naik di level Rp 1.083.000 per gram.

Harga emas Antam ini naik Rp 6.000 per gram dari harga Rabu (5/8) di Rp 1.048.000. 

Ilustrasi
Ilustrasi (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Jika ditinjau dari 7 hari lalu (30 Juli 2020), harga emas Antam naik Rp 38.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 1.016.000. 

Ada sejumlah faktor penyebab harga emas naik. 

Dikutip dari investopedia, berikut faktornya:

Syarat Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Untuk Mendapatkan Bantuan Rp 600 per Bulan

Promo Indomaret & Alfamart hingga 31 Agustus 2020 - Minyak, Kebutuhan Dapur, Popok, Personal Care

1. Inflasi 

Harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan, dan perilaku investor.

 Meski tampaknya cukup sederhana, faktor-faktor tersebut bekerja bersama.

Misalnya, banyak investor menganggap emas sebagai lindung nilai inflasi. Hal itu masuk akal karena uang kertas bisa mengalami penurunan nilai, sementara emas relatif konstan.

Kebetulan, penambangan emas tidak menambah banyak pasokan dari tahun ke tahun. 

Sehingga, masyarakat lebih memilih mengamankan aset mereka dalam bentuk emas dibanding uang lantaran nilainya tidak tergerus inflasi

2. Jumlah permintaan dan pasokan

Saat resesi hebat melanda, harga emas naik. Dalam makalah berjudul The Golden Dilemma, Erb dan Harvey mencatat, emas memiliki elastisitas harga yang positif. 

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved