Kenapa Emas Batangan Terus Naik Harganya? Inflasi hingga Perubahan Nilai Tukar, Mana Dominan?
Jika ditinjau dari 7 hari lalu (30 Juli 2020), harga emas Antam naik Rp 38.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 1.016.000. Ada sejumlah faktor
Artinya, semakin banyak orang membeli emas, harganya naik, sejalan dengan permintaan.
Jika investor mulai berbondong-bondong membeli emas, harga naik tidak peduli apa bentuk perekonomian atau apa kebijakan moneternya.
• Prabowo Ditetapkan Jadi Ketua Umum Gerindra 2020-2025, Ini Sejarah Partai Gerindra
• Harga Emas Antam Jumat (7/8) Naik Lagi, Kini di Harga Rp 1.083.000 per Gram
Tetapi, saat jumlah peminat turun, maka harga juga bisa turun. Sebab, emas berbeda dengan minyak atau kopi, emas tidak dikonsumsi.
Hampir semua emas yang pernah ditambang masih ada dan lebih banyak emas yang ditambang setiap hari.
Meskipun negara-negara, seperti India dan China, memperlakukan emas sebagai penyimpan nilai, orang-orang yang membelinya di kedua negara itu tidak secara teratur memperdagangkannya atau menggunakannya sebagai alat pembayaran.
3. Kebijakan Bank Sentral
Penggerak pasar harga emas terkadang adalah bank sentral.
Setiap negara pasti memiliki bank sentral masing-masing. Bank sentral di negara kita adalah Bank Indonesia.
Pada saat cadangan devisa besar dan perekonomian terus berjalan, bank sentral ingin mengurangi jumlah emas yang mereka miliki.
Sebab, emas adalah aset mati, tidak seperti obligasi atau bahkan uang di rekening deposito, tidak menghasilkan pengembalian.
Masalah bagi bank sentral adalah justru ketika investor lain di luar sana tidak begitu tertarik pada emas. Akibatnya, harga emas jatuh.
• Saat Belajar Tatap Muka di Kota Jambi Dihentikan Sementara, ASN Jangan Abai Protokol Kesehatan
• Prabowo Ditetapkan Jadi Ketua Umum Gerindra 2020-2025, Ini Sejarah Partai Gerindra
4. Suku bunga
Suku bunga juga berpengaruh terhadap kenaikan harga emas.
Saat suku bunga rendah, maka harga emas akan naik. Sementara harga emas akan cenderung stabil atau turun saat suku bunga naik.
Soalnya, ketika suku bunga naik, masyarakat lebih memilih menyimpan uang mereka dalam bentuk deposito yang memiliki bunga tinggi.