Sejarah Indonesia
Inggris Pernah Ketakutan saat Mau Bantu Malaysia Hadapi Indonesia, Gegera Senjata Bung Karno Ini
Inggris Pernah Ketakutan saat Mau Bantu Malaysia Hadapi Indonesia, Gegera Senjata Bung Karno Ini
TRIBUNJAMBI.COM - Pernah mendengar cerita konflik antara Malaysia dengan Indonesia. Kala itu Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno.
Bila membahas lagi sejarah Indonesia dan Malaysia, tentu sangat menarik untuk disimak.
Nah, saat era Presiden Soekarno, Indonesia sempat berkonflik dengan Malaysia.
Untuk menyiapkan kekuatan tempurnya, Indonesia yang kemudian menggelar Operasi Dwikora, membentuk pasukan yang terdiri atas para sukarelawan dan gabungan pasukan TNI/Polri.
• Mendagri Tito Minta ASN Jangan Banyak Mengeluh Uang Rapat dan Uang Jajan Berkurang
• Lowongan Kerja BUMN untuk Lulusan D3 dan S1 sampai Agustus 2020, Cek Syarat Berikut
• KPK Tetap Buru Harun Masiku, Sudah Masuk DPO, Wakil Ketua KPK: Tinggal Tunggu Waktu Saja
• Ternyata Pelaku Fetish Kain Jarik Pernah Diarak Karena Asusila di Kos, Jerat Korban Mahasiswa Baru
Sementara itu, untuk kekuatan tempurya, Malaysia mendapat dukungan penuh dari militer Inggris.
Ya, Inggris menyatakan tidak main-main untuk membela Malaysia.
Lebih dari itu, Inggris juga mengancam akan membom langsung Jakarta menggunakan pesawat pembom nuklir jarak jauh, Avro Vulcan.
Untuk membom Jakarta, Inggris tidak akan menggunakan bom nuklir, tapi bom konvensional, mengingat Vulcan bisa membawa bom dengan berat total hingga 45.000 kg.
Sebagai pesawat pembom jarak jauh dan bisa menempuh jarak lebih 4000 km, Vulcan yang saat itu sudah berpangkalan di Darwin, Australia, bisa dengan mudah 'membantai' Jakarta.
Tapi Presiden Soekarno ternyata tidak takut atas ancaman pembom Vulcan Inggris.
• Kala Raffi Ahmad Syok, Tahu Rumah Barunya Bisa Telan Biaya Tak Terduga, DP-nya Saja Rp 6 Miliar
• Kumpulan Resep Gulai Kambing Spesial, dari Iga Spesial, Potong Kotak hingga Cabai Hijau
• INFO Lowongan Kerja di Shopee Indonesia, Cek Syarat dan Posisinya, Penempatan Terbanyak di Jakarta
• Pakai Baju Relawan Gibran, Didik Hermawan Tak Lagi Menjabat Sebagai Sekretaris Fraksi DPRD Kota Solo
Sebab, saat itu Jakarta sudah memiliki sistem pertahanan udara yang kuat berupa pangkalan-pangkalan rudal jarak jauh SA-2 Guideline yang dibeli dari Rusia.
Satu unit pesawat mata-mata AS, U-2, pernah ditembak jatuh Rusia menggunakan rudal SA-2, ketika sedang terbang di atas Moskow dan pilotnya berhasil ditangkap.
Rudal SA-2 yang merupakan andalan Rusia di tahun 1960-an dikenal bisa dengan mudah menghantam sasaran pada jarak 20.000 km.
Sementara pembom Vulcan hanya bisa terbang pada ketinggian maksimal 17.000 km.
• Komando Pasukan Khusus Punya Komandan Baru, Ini Profil Mayjen Richard, Pimpinan Baru Koopssus TNI
• Jokowi dan Iriana Salat Id di Halaman Istana Bogor, Khotib dan Imam Anggota Tim Pengamanan Internal
• Siapa Sangka! Via Vallen Blak-blakan Sering Didatangi Lelaki yang Bawa Orang Tuanya Untuk Melamar
• Sudah Ditangkap di Malaysia, Djoko Tjandra Bisa Ajukan PK, Mahfud Minta Mahkamah Agung Diawasi
Berkat rudal-rudal SA-2 yang sudah digelar secara merata di sekitar Jakarta seperti di Tangerang, Cilincing, Cilodong, dan Pondok Gede.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bung-karno-dan-tongkat-yang-selalu-dibawanya.jpg)