Berita Internasional
US NAVY Mendadak Waspada Usai Rudal Anti Kapal Dong Feng Ditembakan PLA NAVY saat Latihan Militer
US NAVY Mendadak Waspada Usai Rudal Anti Kapal Dong Feng Ditembakan PLA NAVY saat Latihan Militer
TRIBUNJAMBI.COM - Nampaknya kedua negara yang berseteru di Laut China Selatan merasa di posisi enak karena sama-sama kuat di industri pertahanannya.
Sebut saja militer China yang dalam posisi enak karena industri pertahanannya sangat kuat menopang kebutuhan berbagai jenis senjata.
Kasus ini mirip Amerika Serikat (AS) dimana militer mereka kuat karena didukung industri pertahanannya yang seakan tak pernah habis menelurkan berbagai macam alat perang.
• Blak-blakan Jessica iskandar Soal Pilih Pria dari Tampang bukan Dompetnya: Kan Aku Udah Banyak Duit
• Capai Rp 1 Jutaan, Ternyata Ini Penyebab Kenaikan harga Emas Antam Dua Hari Ini, Bakal Terus Naik
• Terungkap, Inul Daratista Ternyata Menangis Tiap Hari Kala Berseteru dengan Rhoma Irama
Jadi jika ingin mengapai berdikari alutsista setidaknya tirulah cara China dalam memenuhi kebutuhan alat perang demi mencapai kepentingan nasionalnya.
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) mengadakan latihan tembakan langsung dengan amunisi yang kuat di dekat Semenanjung Leizhou, Guangdong, China Selatan, yang merupakan ambang pintu Laut China Selatan.
• 3 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Juru Parkir di Jambi, Warga Ceritakan Kabar Memilukan
• Update Kode Reedem Free Fire Gratis Terbaru Juli 2020, Bisa Dapat hingga 500 Diamond, Ini Caranya
• Sipir Lapas Kuala Tungkal Divonis 5 Tahun Penjara, Gara-gara Selundupkan Narkoba
Mengacu pemberitahuan yang Unit PLA 95180 rilis melalui Beihai Television dan Global Times, latihan militer akan berlangsung dalam dua tahap.
Fase pertama, latihan militer bergulir mulai Sabtu (24/7) hingga Senin (27/7) di area besar berbentuk persegi panjang di Perairan Barat Semenanjung Leizhou.
Fase kedua, latihan militer digelar mulai Selasa (27/7) hingga Minggu (2/8) dalam area yang lebih kecil dengan radius delapan kilometer persegi di wilayah yang sama.
Unit PLA 95180 menyebutkan, latihan tembakan langsung akan mencakup area yang luas dengan amunisi yang kuat, dan masyarakat umum tidak boleh memasuki wilayah laut yang jadi area latihan.
• Sule Berusaha Klarifikasi Gara-gara Dede Sunandar, Sule Tunjukkan Sisi Dermawan
• Pahitnya Pengalaman Inul Daratista, Nyaris Hampir Diperkosa saat Merintis Karir di Jakarta
• Mayat Pria Ditemukan di Tengah Ladang Telun Berasap Kerinci
Menurut informasi di situs Pemerintah Kota Beihai, latihan Unit PLA 95180 melibatkan Angkatan Udara China.
Latihan semacam itu bisa melatih pengamanan superioritas udara dan menargetkan kapal perang yang bermusuhan di Laut China Selatan.
Sebuah artikel analisis di majalah Ordnance Industry Science Technology yang terbit Jumat (24/7), menyoroti kata-kata "amunisi yang kuat" dalam pemberitahuan PLA. Rudal balistik seri (Dong Feng/Angin Timur) DF dari Rocket Force PLA harus menjadi yang pertama sebagai amunisi yang kuat.
• Ramalan Zodiak 29 Juli 2020, Lengkap 12 Bintang, Cancer Sibuk Cari Solusi, Leo Sebaiknya Lebih Bijak
• Pahitnya Pengalaman Inul Daratista, Nyaris Hampir Diperkosa saat Merintis Karir di Jakarta
• Mayat Pria Ditemukan di Tengah Ladang Telun Berasap Kerinci
• Paula Verhoeven Dibikin Kesal Pak Slamet, Baim Wong Terpancing, Terlontar Robohkan Rumah Sopirnya
Song menyatakan, dia ingin melihat latihan menampilkan lebih banyak cabang militer, dengan Angkatan Laut dan Rocket Force PLA bergabung dalam operasi gabungan terkoordinasi.
Dalam latihan anti-kapal potensial yang menunjukkan Rocket Force PLA, rudal balistik bisa menargetkan kapal perang yang besar. Dan, rudal jelajah anti-kapal juga dapat melakukan serangan jarak jauh dengan jangkauan 300 kilometer hingga 400 kilometer, kata Song.
Latihan PLA datang saat militer Amerika Serikat (AS) melakukan kunjungan yang semakin meningkat ke Laut China Selatan untuk pengintaian serta latihan dengan pesawat tempur dan kapal perang. Menurut para ahli, itu bisa meningkatkan kemungkinan pertempuran dengan China.