Breaking News:

Persiapan Antisipasi Karhutla Jambi

145 Titik Api Terpantau, Wilayah Gambut di Jambi Rawan Karhutla

Direktur KKI Warsi mengatakan gambut masih cukup rawan, karena pemegang izin di kawasan tersebut belum banyak melakukan perbaikan sistem drainase.

Tribunjambi/Hasbi
Kapolres Muarojambi AKBP Aradiyanto bersama Kapolsek Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir lakukan peninjauan sumur bor untuk penanganan karhutla. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga kini, KKI Warsi belum melakukan pemantauan secara khusus terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat masih ada hujan.

Namun, Rudi Syaf selaku Direktur KKI Warsi menjelaskan, jika mengacu informasi dari SiPongi yang dimiliki KLHK, sudah ada titik api yang terpantau walaupun jumlahnya sangat sedikit. Artinya, kata dia, belum ada pebakaran lahan secara besar.

Lebih lanjut, menurut Rudi Syaf, tahun ini Jambi diuntungkan karena musim kemaraunya tidak ekstrem. Selain itu, karena status siaga darurat karhutla sudah diterapkan lebih awal, yaitu sejak 29 Juni 2020, cukup membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Kendati demikian, dia tidak menampik adanya potensi karhutla di Jambi.

Dewan Soroti LKPD Pemkab Bungo Tahun 2019, Bupati Bungo Ucapkan Terima Kasih

VIDEO 70 Pemuda Korea Utara Ditangkap Karena Tirukan Dialek Korea Selatan

"Potensi kebakaran terjadi masih tetap ada, namun sangat bergantug pada cuaca. Jika kemaraunya agak panjang, maka di kawasan gambut, kami berasumsi akan dapat terjadi karhutla," terangnya, Senin (27/7/2020).

Masih menurut Direktur KKI Warsi, gambut masih cukup rawan, karena pemegang izin di kawasan tersebut belum banyak melakukan perbaikan dalam sistem drainase mereka.

"Kanal masih sangat banyak dan kedalaman muka air juga masih tinggi, belum mematuhi aturan pemerintah yaitu 40 cm dari muka tanah," jelasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Walhi Jambi, Rudiansyah menjelaskan, dari hasil pantau melalui hotspot modis lapan, Provinsi Jambi sejak 1 Juli 2020 hingga 27 Juli 2020, ada 145 hotspot, dengan komposisi tingkat kepercayaan high ada 23 hotspot dan medium 122 hotspot.

Terkait apakah hotspot atau titik panas itu menghasilkan karhutla atau tidak, menurutnya, ini memant perlu dicek langsung di lapangan.

"Tetapi warning hotspot ini bisa salah satu menjadi alat atau indikator pemerintah untuk selalu siaga dan antisipasi agar tidak terjadi karhutla," selanya.

Sejauh ini, Walhi Jambi belum melakukan pengecekan langsung ke lapangan, apakah terjadi karhutla atau tidak sejak 1-27 Juli 2020 ini. Hal itu karena masih adanya itensitas hujan yang terjadi di Jambi, baik kecil, sedang, bahkan tinggi di beberapa spot atau wilayah di Provinsi Jambi.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved