Breaking News:

Berita Tebo

Ada Lahan Terbakar Pasca Ditetapkan Siaga Karhutla di Tebo, Satgas Lakukan Pendataan Pemilik Lahan

Sukandar mengatakan pemerintah daerah telah memanggil pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Tebo untuk sama sama melakukan pencegahan agar tidak t

Tribunjambi/darwin
Sukandar, Bupati Tebo. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Meskipun sering hujan pasca siaga karhutla ditetapkan Bupati Tebo, Sukandar. Namun Kasatgas Karhutla Tebo, Dandim Kodim 0416/ Bute mengaku beberapa lalu ada lahan yang terbakar di Bukit 30.

Sukandar mengatakan pemerintah daerah telah memanggil pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Tebo untuk sama sama melakukan pencegahan agar tidak terjadi pemadaman.

"Sifatnya pencegahan, bukan memadamkan. Kita sudah gelar apel siapa Karhutla," ujarnya di di hadapan Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Jumat (24/7/2020).

Cara Tukar Kode Redeem FF Terbaru, Bisa Mendapatkan Skin Senjata Scar atau Scar Titan

Pandemi Covid-19, Telkomsel Berikan Bantuan ke 5.700 Penjaga BTS di Seluruh Indonesia

Pemkab Tanjabbar Tiadakan Rangkaian HUT RI Tahun Ini, Upacara Bendera Dilakukan Secara Sederhana

Disampaikannya, pihak Polres Tebo juga telah menyiagakan anggota untuk mengontrol langsung. Sehingga tidak terjadi paparan kebakaran yang luas.

Diakuinya, beberapa waktu pihaknya telah memperingatkan PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT). Sebab untuk terjadinya kemungkinan terjadinya Karhutla.

Untuk dia meminta semua pihak turut serta dalam melakukan pencegahan dan apabila terjadi kebakaran maka untuk sama sama memadankannya.

Sementara pasca penetapan siaga karhutla oleh Pemkab Tebo, Kabupaten Tebo sering di guyur hujan. Bahkan intensitas hujan cukup tinggi.

Namun data dari satgas karhutla Tebo mengungkapkan ada lahan yang terbakar pasca status disematkan. Namun saat ini sedang dalam pendataan tim satgas

Letkol widi Rahma, Dandim 0416/Bute mengungkapkan pihaknya telah melakukan antisipasi dan pendataan pemilik lahan yang sudah menumbang lahannya.

"Jika lahan yang di tumbang tersebut terbakar maka pemilik lahan akan dipanggil," ujarnya.

Sedangkan penekanan yang dilakukan kepada perusahaan dengan menyiapkan segala alat penunjang untuk pemadaman api.

Bukan hanya itu, perusahaan juga diminta saling membantu memadamkan api, meskipun kebakaran tidak terjadi di lahan mereka.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved