100 Tahun PK Ojong

Jusuf Wanandi Bicara tentang PK Ojong, Generasi Sekarang Jangan Cuma TikTok-an

Jejak dan kepenulisannya bisa kita cecap dalam buku karyanya yang fenomenal, yaitu 'Perang Eropa' sebanyak tiga seri.

Editor: Duanto AS
(Dokumen Kompas
Jakob Oetama, PK Ojong, Adi Subrata, dan Irawati (generasi pertama Intisari, dari kiri ke kanan) 

Pak Ojong orangnya sangat terbuka, dia bisa bergaul dengan semua generasi. Dan dia terbuka dalam pemikirannya, dalam segala apa yang dia lakukan. Dia terbuka untuk mendengar nasihat orang lain.

Dia juga memberikan dengan segala kejujurannya apa yang dia tahu, seperti seni budaya. Dia tentu bekerja keras dan orangnya serius.

Saya kenal beliau full of jokes loh. Cocok, bisa langsung bergaul dengan ramah.

Saya kira paling menonjol adalah pemikiran-pemikiran, bukan hanya open minded, tapi pendalamannya istimewa. Dia tahu tidak separuh-separuh.

Mau mendalami sesuatu dengan betul-betul. Makanya dia sangat sukses karena memiliki pendalaman yang membuat orang tertarik. Sungguh istimewa.

Melihat duo Jakob Oetama dan PK Ojong seperti apa?

Ya memang, we are very happy and we are very lucky, bahwa mereka berdua dalam waktu yang sama bisa menciptakan sesuatu.

Mereka saling melengkapi. Yang satu lebih ke arah literaturnya, bahasanya, PK dengan pemikirannya, organisasinya, keseriusannya, dan pendalamannya.

Jadi saya kira secara harmoninya timbul dengan sendirinya, tidak dibuat-buat. Karena dua pribadinya sangat tertarik kepada masing-masing.

The timing of Kompas, waktu didirikan, itu juga yang membuat Kompas besar.

Dan yang kedua karena dipimpin oleh dua orang yang sangat cocok. Mempunyai ide yang sama, walau berbeda bidang, keduanya sosok yang humanis dan sama dalamnya. Dan itu yang membuat Kompas great.

Nilai apa yang bisa dipetik generasi sekarang, terutama anak muda dari sosok PK Ojong?

Ya saya kira yang perlu anak muda petik, how to be a fully grown and fully opinionated man of person, supaya lantas bisa mencakup banyak hal sekaligus. Itu tidak gampang lagi sekarang.

Dan perlu sekali dalam teknologi. Perlu ada yang menyatukan kalau tidak ada orang yang memiliki pandangan untuk menyatukan, yang begitu pecah belah.

Saya kira itu yang hebat. Mereka fully grown thinkers, yang sangat berguna untuk bangsa kita.

Itu yang saya harapkan akan ada orang-orang seperti Jakob Oetama dan PK Ojong di masa yang akan datang. Tidak hanya tahu tik-tok, tik-tok saja.

Momen kebersamaan dengan PK Ojong yang tak terlupakan?

Saya kira yang paling berkesan, karena kita khusus sekali memiliki minat budaya. Dia seseorang yang mempengaruhi saya untuk mencintai seni dan budaya.

Itu satu bagian yang mungkin di bidang-bidang lain semua orang ada, tapi di bidang ini tidak semua orang ada. Sangat spesial.

Terima kasih untuk bisa mengarahkan dan menjelaskan supaya bisa tertarik dengan seni dan budaya. (denis/tribunnetwork/cep)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jusuf Wanandi: Generasi Sekarang Layak Meniru PK Ojong Pendiri Kompas, Jangan Cuma Tik-tok-an

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved