Breaking News:

VIDEO Penertiban PKL di Sarolangun Ricuh, Emak-emak Acungkan Pentungan ke Petugas

Ibu-ibu pedagang kaki lima (PKL) di jalan protokol Kabupaten Sarolangun melakukan perlawanan saat ditertibkan.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Ibu-ibu pedagang kaki lima (PKL) di jalan protokol Kabupaten Sarolangun melakukan perlawanan saat ditertibkan.

Peristiwa itu terjadi saat Satpol PP Kabupaten Sarolangun melakukan penertiban pada Rabu (22/7) siang.

Para pedagang diharuskan mengangkat barang dagangan pindah dari situ.

Bahkan tidak sedikit juga gerobak ditinggalkan pemiliknya di jalanan.

Gerobak yang ditinggal itu akhirnya diangkut Satpol PP Kabupaten Sarolangun.

Dalam penertiban PKL ini pula diwarnai aksi protes dan perlawanan oleh pedagang.

Pedagang tidak mau barang dagangannya diangkut petugas. 
Mereka beralasan akan mengangkatnya bersama sang suami yang kala itu sedang pergi.

"Iyo pak, orangnyo lagi ke belakang, aku dak kuat ngangkatnyo," kata emak-emak pedagang sambil memegang pentungan.

Mendengar perkataan pedagang itu, petugas tetap ingin mengangkat barangnya.

Saat itu sempat terjadi cekcok antara petugas dan pedagang.

Distribusi Pupuk Subsidi di Sarolangun Bermasalah, Pemkab Sarolangun Akan Perketat Pengawasan

3 Pembunuh SAD Minta Tolong Takut akan Dieksekusi Mati, Kejari Merangin Siapkan Rp 500 Juta

Emak emak itu sempat mengacungkan pentungannya ke arah satpol PP.

Pedagang yang rerata menjual buahan-buahan dan penjual masker itu harus angkat kaki dari tempat penertiban.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sarolangun, Riduan, menyampaikan bahwa penertiban terhadap PKL menyasar pedagang nakal yang berjualan di seputaran jalan protokol Sarolangun.

Semisal Taman PKK, Bank Jambi dan Hotel Abadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved