Eksekusi Mati Pembunuh SAD
Untuk Eksekusi Mati 3 Pembunuh SAD, Kejari Merangin Anggarkan Lebih dari Rp 1/2 Miliar
Namun demikian, mereka masih berharap agar tidak dilakukan ekseskusi mati, dan mereka meminta pertolongan dari pihak keluarga agar bisa membantu merek
Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tiga terpidana mati kasus pembunuhan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin segera dieksekusi.
Tim eksekusi telah dibentuk, bahkan tim sniperpun juga sudah disiapkan. Penyiapan ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu, dimana saat itu juga akan dieksekusi.
Kajari Merangin Martha Parulina Berliana didampingi Kasi Pidum Kejari Merangin Fajrin menyebut jika pada tahun lalu pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya, bahkan mereka telah mengutus Fajrin untuk melihat kondisi ketiga terpidana tersebut di Nusa Kambangan.
• VIDEO 35 Pengendara Ditilang Satlantas Polres Muarojambidi di Hari Pertama Operasi Patuh Siginjai
• Komentar Kerinduan Jessica Iskandar Pada Postingan Richard Kyle saat El Barack Ulang Tahun
• Soal Arsip KK Tersebar di Pedagang, Kepala Dukcapil Tanjabbar Sebut pPotensi Penyalahgunaan Kecil
Namun demikian, karena ada sesuatu hal termasuk keterbatasan anggaran, kegiatan eksekusi ditunda. Namun demikian, jika seandainya Kejagung memerintahkan untuk kembali dilakukan eksekusi, maka mereka siap melakukannya.
"Kalau ditanya siap, kita siap," kata Kajari Martha, Kamis (23/7/2020).
Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan petunjuk kapan akan dieksekusi.
"Kita nunggu perintah dari Kejagung," katanya lagi.
Kasi Pidum Kejari Merangin Fajrin membenarkan jika untuk eksekusi mati tiga terpidana tersebut membutuhkan anggaran yang fantastis.
Kata dia, pihaknya harus menjemput mereka ke Nusa Kambangan dan tentunya harus dengan petugas pengawalan, transportasi, dan lain sebagainya.
"Anggarannya diatas Rp 500 juta," kata Fajrin.
Dana yang disiapkan tersebut termasuk untuk biaya santunan kepada pihak keluarga.
"Itu juga sudah termasuk honor pendamping bimbingan rohani mereka," sebutnya.
Ketika ditanya bagaimana kondisi ketiga terpidana tersebut di sana? Fajrin menyebut jika kondisi mereka sehat dan selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga yang ada di Merangin.
Namun demikian, mereka masih berharap agar tidak dilakukan ekseskusi mati, dan mereka meminta pertolongan dari pihak keluarga agar bisa membantu mereka.
"Mereka sehat. Tapi logat bahasa mereka tidak seperti masyarakat Jambi lagi, tapi sudah logat sana," pungkasnya.