Petugas Medis Dipukul saat Makamkan Jenazah Suspect Covid-19, 5 Orang Tersangka di Palangka Raya
Video pemukulan terhadap petugas medis tersebut viral di media sosial.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Video pemukulan terhadap petugas medis tersebut viral di media sosial.
Insiden tidak menyenangkan dialami oleh petugas medis yang tengah memakamkan jenazah suspect Covid-19.
Tak hanya diusir, para petugas medis tersebut dipukul hingga pingsan oleh pelaku yang diduga keluarga korban.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Seluruhnya pelaku berasal dari keluarga besar almarhum.
"Kita tadi malam ada empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemukulan itu. Informasinya ada penambahan tersangka menjadi lima. Semuanya dari keluarga besar dari almarhum," kata Hendra kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).
• Amerika-China Makin Panas, AS Perintahkan China Tutup Konsulat di Houston Texas, Apa yang Dicuri?
• Di Malang ada Tiga Daerah yang Masuk Zona Merah, Paling Banyak Zona Orange
• Download Lagu MP3 Sholawat Gambus Nissa Sabyan Full Album, Ada Video Religi Sambut Idul Adha
Hendra mengatakan motif pelaku melakukan pemukulan terhadap korban lantaran tidak percaya sanak keluarganya meninggal karena Covid-19.
Mereka bersikukuh korban meninggal karena penyakit maag dan lambung.
"Karena merasa saudara yang meninggal ini selama pandemi jarang keluar rumah, bantah, dia menduga sakit mag, lambung di bawa rumah sakit 3 hari meninggal. Hasil swab juga belum keluar tapi kok sudah memutuskan penanganan dengan Covid, itu alasan mereka," jelasnya.
Selain itu, pihak keluarga juga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi terkait prosedur pemakaman yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.
"Dari pihak keluarga ini tidak pernah dibicarakan tentang letak pemakaman, tapi ketika di sini kan ada prosedur penanganan khusus tidak bisa digabung di masyarakat walaupun jaraknya 100 meter ada pemakaman umum, ini alasan mereka," jelasnya.
• Cegah Karhutla, Awal Agustus TNI-Polri di Tanjabbar akan Duduki Wilayah Rawan Karhutla
• Kejari Merangin Siap Eksekusi Mati Tiga Terpidana Pembunuhan SAD
Namun demikian, kata Hendra, alasan tersebut bukan menjadi pembenaran untuk melakukan pemukulan terhadap tenaga medis. Apalagi, kabarnya salah satu tenaga medis hingga mengalami patah bagian hidung usai dipukul.
"Kalau sudah terjadi pemukulan dan pemaksaan kehendak pengambilan jenazah sudah ada tindak dan berbeda lagi. Dan ini sudah ditangani dengan cepat," pungkasnya.
Diketahui, video pemukulan terhadap tenaga medis pertama kali dibagikan oleh akun Twitter @infoPLK. Dalam unggahan video berdurasi 47 detik itu, tampak keluarga korban mengamuk lantaran menolak keluarganya disebut meninggal karena Covid-19.
• Upacara HUT RI ke-75 di Tanjab Timur Tetap Dilakukan, Disbudparpora: Pesertanya Dikurangi
Petugas medis dari RS Muhammadiyah itu pun langsung mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan.