Kesehatan
Meski Sudah Diet Namun Berat Badan Belum Turun, Inilah Tiga Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan
Dokter Gizi di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr Agnes Riyanti Inge Permadhi menjelaskan setidaknya ada tiga faktor yang memengaruh berat badan.
Namun karena tidak terlihat maka hal ini sedikit sulit dikontrol.
Menurut Inge, makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diproses menjadi energi yang berbentuk lemak.
Lemak itu akan keluar jika digunakan untuk beraktivitas, namun jika seseorang hanya sedikit melakukan aktivitas fisik, maka energi itu hanya akan tersimpan di dalam tubuh.
"Begini ada orang yang dikasih makan (makanan) langsung dimetabolisme oleh tubuhnya menjadi energi. Ada orang yang dikasih makanan, (makanan) dimetabolisme, (lalu hanya) disimpan. Beda-beda," ujar Inge, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/7/2020) siang.
Proses metabolisme pun akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari faktor usia juga kegiatannya.
"Dengan bertambahnya usia itu biasanya metabolisme menjadi lebih rendah. Oleh karena itu, yang tadinya kurus, ketika jadi tua dia lebih gemuk. Secara umur, metabolisme menjadi lebih rendah, (asupan) makannya sama, makanya tumpukan lemaknya lebih banyak," jelas Inge.
Sebenarnya cara untuk meningkatkan metabolisme tubuh adalah dengan banyak beraktivitas fisik entah berolahraga, atau yang lainnya, sehingga energi itu terpakai dan tidak mengendap di dalam tubuh.
3. Asupan makanan
Faktor terakhir atau ketiga adalah asupan makanan.
Bukan banyak sedikitnya makanan yang diasup yang menjadi permasalahan dalam hal ini, namun kandungan energi tersembunyi di dalamnya.
"Misalnya sama-sama makan nasi, yang satu makan nasi goreng, yang satu makan nasi biasa. Nah pada nasi goreng itu ada energi tersembunyi. Walaupun sama-sama makan 100gr nasi, tapi satu digoreng itu ada kandungan minyak yang dia (pemakan) tidak berasa," papar dia.
Contoh lain adalah minuman bersoda dan air mineral.
Dalam minuman bersoda, terkandung kalori yang tinggi, sementara air mineral tidak demikian.
"Ketika kita makan bersama-sama, mungkin makanan saat itu semuanya sama, jadi kita ngeliatnya kok dia enggak gemuk-gemuk, tapi kok saya gemuk. Itu sebenernya kita makan lebih banyak makanan yang mengandung sumber energi tersembunyi," ungkap Inge.
Apalagi, jika asupan tinggi energi tersembunyi tersebut tidak diimbangi dengan olahraga yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh.