Breaking News:

Gegara Nasi Bungkus Isi Jengkol Untuk Napi, Kalapas Lubuk Basung Dilaporkan ke Ombudsman

Gara-gara nasi bungkus untuk warga binaan ditolak pihak Lembaga Pemasyarakatan, Suroto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan dilaporkan ke Ombudsman

TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
ILUSTRASI Puluhan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dipindahkan 

TRIBUNJAMBI.COM - Gara-gara nasi bungkus untuk warga binaan ditolak pihak Lembaga Pemasyarakatan, Suroto, Kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas Klas II B Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat, dilaporkan ke Ombudsman Sumbar.

Suroto dilaporkan oleh salah satu keluarga warga binaan berinisial LN (45).

LN melaporkan Suroto karena saat menjenguk keluarganya yang ditahan di lapas pada 9 Juli 2020 lalu, ia membawa tiga nasi bungkus. Namun, hanya satu bungkus yang diterima keluarganya. Akibatnya, LN protes ke Lapas.

"Saat itu saya protes kenapa barang titipan saya hanya satu yang sampai. Akibat saya protes menyebabkan keluarga saya yang ada di Lapas mendapat ancaman," kata LN usai melapor ke Ombudsman Sumbar, Minggu (19/7/2020) seperti dilansir oleh Kompas.com.

PKS Siapkan Calon Kepala Daerah Untuk Bertarung Melawan Gibran dan Teguh Prakosa di Pilwako Solo

Polisi Berupaya Tangkap Djoko Tjandra, Selidiki Aliran Dana Pihak-pihak Yang Bantu Pelarian

UDPATE Catat Rekor, Pasien Positif Covid-19 Yang Sembuh Dalam Sehari Ada 2.133 Orang

LN menyebutkan, keluarganya itu dimasukkan ke strap sel dan diancam tidak mendapat remisi dan dipindahkan ke Lapas Dharmasraya.

"Karena itulah saya melapor ke Ombudsman untuk mendapatkan keadilan," kata LN.

Sementara itu, Kepala Lapas II B Lubuk Basung Suroto menyebutkan, kejadian berawal saat LN mendatangi Lapas pada 9 Juli 2020 dan membawa tiga bungkusan besar makanan.

ILUSTRASU Lembaga Pemasyarakatan
ILUSTRASU Lembaga Pemasyarakatan (tribunjambi/rian aidilfi afriandi)

Namun, salah satu dari ketiga bungkusan yang dibawa adalah makanan yang dilarang, yaitu gulai jengkol.

"Saat itu hanya satu bungkus besar makanan yang diperbolehkan masuk. Sementara dua lagi tidak boleh. Saat diberikan kembali ke LN, dia sudah pergi dan terpaksa disimpan di lemari," kata Suroto.

Namun, menurut Suroto, pada keesokan harinya, LN datang ke Lapas dan marah-marah karena barang titipannya tidak semuanya diberikan ke keluarganya yang menjadi warga binaan.

Klasemen MotoGP 2020 - Fabio Quartararo Cetak Sejarah, Rossi Kendala Teknis

Suara Aneh Tiap Malam di Rumah Janda Fatimah yang Lehernya Digorok di Tanah Jambo Aye

Saat Dicek, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung dan Pastor Lain Positif Tes PCR

Halaman
12
Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved