Berita Nasional

Prabowo Incar 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon, Terungkap Fakta Menarik dari Pesawat Tempur Itu

Prabowo Incar 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon, Terungkap Fakta Menarik dari Pesawat Tempur Itu

Editor: Andreas Eko Prasetyo
facebook
Bukan Rafale/Sukhoi 35, Prabowo Incar 15 Jet Tempur Eurofighter Typhoon, Terungkap Fakta Menarik Ini. Jet tempur canggih Euro Fighter Typhoon Austria 

TRIBUNJAMBI.COM - Seperti yang diketahui, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sedang sibuk ingin memperkuat armada perang TNI.

Bila sebelumnya diisukan tertarik dengan jet tempur Rafale Perancis atau Sukhoi 35 Rusia, ternyata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengincar jet tempur Eurofighter Typhoon Austria.

Austria memang berencana memensiuankan 15 jet tempur Eurofighter Typhoon pada tahun ini, karena masalah biaya operasional dan korupsi pengadaan jet tempur canggih ini.

Ketertarikan Menhan Prabowo mengakuisisi 15 jet tempur Eurofighter Typhoon Austria diungkap media The Presse dalam edisi Minggu (19/2020).

Bahkan Menhan Prabowo sudah menyurati rekannya Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner (ÖVP) untuk membeli 15 pesawat interseptor tersebut tertanggal 10 Juli 2020. 

Kementerian Pertahanan Austria mengkonfirmasi diterimanya surat tersebutakhir pekan lalu tetapi tidak mau berkomentar lebih lanjut tentang surat itu.

"Tolong izinkan saya untuk menghubungi Anda secara langsung mengenai masalah yang sangat penting bagi Republik Indonesia," tulis Prabowo.

“Untuk memodernisasi Angkatan Udara Indonesia, saya ingin mengadakan perundingan resmi dengan Anda untuk membeli semua 15 Eurofighter untuk Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam surat itu.

Prabowo rupanya tahu sengketa mengenai Eurofighter Typhoon di Austria dan upaya untuk menyingkirkan pesawat-pesawat ini.

"Saya menyadari kepekaan masalah ini," tulisnya.

"Namun demikian, saya yakin penawaran saya menawarkan peluang bagi kedua belah pihak," katanya.

Austria menuduh Airbus telah menggelembungkan harga pesawat Eurofighter pada saat transaksi.

Austria membeli 15 jet tempur Eurofighter Tranche 1 senilai sekitar dua miliar euro ($ 2,12 miliar) dari Airbus, pembelian tersebut diklaim telah menyebabkan kerugian bagi Austria sebesar 1,1 miliar euro.

Jet tempur Euro Fighter Typhoon Austria yang jarang digunakan karena keterbatasan anggaran
Jet tempur Euro Fighter Typhoon Austria yang jarang digunakan karena keterbatasan anggaran (facebook)

Penasaran? Segini Ternyata Besaran Gaji dan Tunjangan Profesi Dosen serta Guru PNS hingga Non-PNS

Usai Swab Test oleh Dinkes Provinsi Jambi, Sembilan Warga Tebo Reaktif Rapid Test Ternyata Negatif

Ayah Di Pekalongan Tak Tahu Jika Makamkan Jasad Anak Kandung, Ternyata Korban Pembunuhan

Menurut temuan Kementerian Pertahanan Austria, Airbus dan konsorsium secara ilegal membebankan hampir 10 persen dari harga pembelian untuk apa yang disebut sebagai kesepakatan offset.

Austria kemudian diberitakan akan mempensiunkan dini 15 pesawat Eurofighter Typhoon Tranche 1 mulai 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved