Kisah Militer RI
Sejarah Mencatat, Kopaska, Kopassus & Denjaka Pernah Bersatu Buru Perompak Somalia yang Sandera WNI
Sejarah Mencatat, Kopaska, Kopassus & Denjaka Pernah Bersatu Buru Perompak Somalia yang Sandera WNI
TRIBUNJAMBI.COM - Terkenang jadi sejarah kehebatan pasukan elite TNI kala Indonesia dipimpin Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Dua pasukan elite TNI dari dua matra bergabung menjalankan misi yang diperintahkan langsung oleh Presiden.
Kala itu peristiwa ini terjadi pada 16 Maret 2011.
Pada saat itu, tim gabungan pasukan elite TNI AD dan TNI AL, yaitu Kopassus, Kopaska dan Denjaka, dikirim untuk menyelesaikan pembajakan kapal Indonesia.
Sebuah kapal kargo Indonesia yang sedang melewati perairan Laut Arab, diserbu perompak Somalia.
• Malaysia Buat Negara ASEAN Naik Pitam Termasuk Indonesia, Disebut Main Mata soal LCS dengan China
• Tetap Pergi Pesta Meski Dilarang, Pemuda 21 Tahun Tulari Corona ke Seluruh Keluarganya
• Kala AS Ajak Jepang & Inggris ke Laut China Selatan, Tiongkok Kebut Buat 2 Kapal Induk, Siap Diadu?
• 4 Karyawan Perusahaan di Tanjab Barat Positif Corona, Total Kasus 14 Orang Positif Covid-19
• Aktor Film Crows Zero, Haruma Miura Meninggal Dunia di Usia Muda, Postingan Akhir Banjir Ucapan Duka
Perompak Somalia merupakan satu di antara pembajak di laut yang terganas di dunia.
Peristiwa pembajakan itu disebut-sebut mirip film Captain Phillips
Film yang menceritakan kisah nyata pembajakan kapal itu dibintangi Tom Hanks.
Film ini mengisahkan Kapten Richard Phillips dan 20 orang anak buah bapal (ABK), dalam Kapal Maersk Alabama.
Kapal ini diikuti dua kapal kecil perompak yang kemudian melakukan penyanderaan. Kapten Phillips berusaha mempertahankan kapal, sembari meminta bantuan Angkatan Laut datang.
• Kumpulan Gambar dan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2020 dengan Bahasa Inggris dan Indonesia
• Aurel Hermansyah Dituding tak Perawan, Atta Halilintar Mendadak Ngamuk ; Otak di Dengkul
• Metode Baru Rapid Test di Inggris, Hasil Keluar Hanya Butuh 20 Menit
Peristiwa 2011
Pada 2011, Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak di perairan Somalia.
Pemerintah RI mengirim pasukan elite TNI untuk pembebasan sandera dan kapal.
Denjaka, Kopaska dan Kopassus diberangkatkan.
Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka merupakan pasukan elite TNI AL yang personelnya berkualifikasi tinggi.
Markas Komando Korps Marinir menerbitkan buku tentang keberhasilan pembebasan sandera Kapal MV Sinar Kudus.

Buku setebal 184 halaman itu membeberkan lengkap, bagaimana rapat-rapat dijalankan, latihan, hingga keputusan diambil Komandan Satgas Merah Putih, Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin, untuk menyergap perompak.
Kapal tujuan Rotterdam