Breaking News:

Berada di Tengah Kota Bangko, Dipadu dengan Nuansa Alami, Begini Nyamannya Kongkow di Mlangun Coffee

Berada di Tengah Kota Bangko, Dipadu dengan Nuansa Alami, Begini Nyamannya Kongkow di Mlangun Coffee

Penulis: Muzakkir | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi.com/Muzakkir
Sejumlah pengunjung bersantai di pinggir sungai di Cafe Mlangung Coffee 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Selain terkenal dengan keindahan alam dan wisatanya, Kabupaten Merangin juga punya banyak pilihan untuk lokasi atau tempat nongkrong.

Belakangan ini nongkrong atau kongkow-kongkow banyak dilakukan anak muda. Tak hanya itu, orangtua (bapak-bapak), bahkan ibu-ibu juga sering melakukan kegiatan itu.

Mereka berkumpul dan bercengkrama untuk berdiskusi di suatu tempat yang mereka anggap bisa membuat nyaman. Bukan hanya itu, banyak juga yang nongkrong hanya untuk menghabiskan waktu.

Nah bagi anda yang ingin nongkrong, Tribun punya satu tempat yang bisa di recommended banget deh. Terkhusus untuk wilayah Kabupaten Merangin.

Mlangun Coffee. Ya, Mlangun Coffee ini merupakan cafe teranyar di Kabupaten Merangin. Lokasinya di tengah Kota Bangko. berada di pinggir Sungai Batang Merangin, Mlangun Coffee hadir dengan beragam minuman jenis kopi, bahkan kopi kekinian juga tersedia ditempat ini.

Cafe Mlangun Coffee di tengah Kota Bangko
Cafe Mlangun Coffee di tengah Kota Bangko (Tribunjambi.com/Muzakkir)

Bangunan yang memiliki arsitektur alam ini mempunyai nilai dan daya tarik sendiri. Hampir 90 persen bangunannya terbuat dari bahan yang diambil dari alam sekitar.

Berdindingkan papan dan beratapkan rumbia, serta dikelilingi pepohonan yang rindang, membuat cafe ini terkesan alami. Cafe ini terasa membuat betah dan nyaman. Ditambah lagi dengan kicauan burung yang bersahutan di sekitar lokasi cafe.

Owner Mlangun Coffee, Herry S Mohza ketika dibincangi ditempat usahanya mengatakan, jika Mlangun Coffee didirikan bukan hanya untuk pencinta kopi saja. Tetapi juga sebagai tempat untuk mencari ketenangan.

Pria yang akrab disapa Taboy ini sedikit berkisah terkait nama cafe yang nyentrik tersebut. Nama Mlangun, kebanyakan orang mengenal kata tersebut merupakan istilah yang dipakai oleh warga Suku Anak Dalam (SAD).

Wisata di Kampung Laut Ramai Pelancong, Sejumlah Kafe Jadi Buruan untuk Nongkrong dan Selfie

Kawasan Bukit Penderang Akan Disulap Jadi Tempat Wisata, Dibangun Tracking dan Rumah Pohon

Sempat Ditutup Akibat Pandemi, Kini Candi Muarojambi Resmi Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Mengutip dari Wikipedia, Melangun adalah tradisi berpindah-pindah tempat atau pergi jauh bagi masyarakat Suku Anak Dalam/Orang Rimba/Suku Kubu, Jambi dan Riau, Indonesia. Kegiatan ini dilakukan jika ada anggota keluarga Suku Anak Dalam meninggal dunia, maka pihak keluarga dan kerabat terdekat akan pergi meninggalkan tempat tinggal mereka. Mereka berdiam diri dihutan untuk mencari kedamaian sembari mencari kehidupan baru di sana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved