Kenalkan Aplikasi Asap Digital, Polda Jambi Siap Antisipasi Karhutla

Siap antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi kenalkan aplikasi "asap digital".

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Aryo Tondang
Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi kenalkan aplikasi asap digital. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Siap antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi kenalkan aplikasi "asap digital" yang dapat memantau karhutla lewat CCTV.

Untuk menjalankan program tersebut, Polda Jambi bersama dengan TNI, menggandeng badan usha milik negera (BUMN) Telkom, dengan memasang 30 CCTV pada tower berketinggian 70 meter.

Jangkauan CCTV tersebut, mencapai radius 4 Km, sehingga mampu menangkap gambar hingga 1.200 hektare lahan.

Degan radius 4 Km, segala potensi dan ancaman kebakaran akan langsung terpantau dari Command Center yang berada di Mapolda Jambi, yang dijaga 24 jam penuh, baik dari anggota polda dan tim dari Telkom.

Telkom Jambi Targetkan Agustus Seluruh CCTV Pemantau Karhutla Terpasang

Saksi Ahli Sebut Penawaran Proyek Bencal Kerinci Diupload Satu Orang Saja

Pilgub Jambi 2020, Safrial Masih Berharap Dapat Rekomendasi PDIP

Firman menjelaskan, aplikasi tersebut akan sangat membantu menekan kebakaran, dimana petugas yang berjaga di Command Center akan langsung memberi perintah kepada petugas terdekat yang berada di lapangan.

"Jadi, ada potensi api dan titik asap, langsung cepat terdeteksi,," kata Firman, Jumat (17/8) sore.

Firman menjelaskan, Ketika ada kemunculan titik api atau asap, petugas di Command Center akan memberi petunjuk kordinatnya kepada petugas berada di lapangan.

"Jadi, sebelum ke titik api, personel yang berada di lapangan, baik personel TNI, Polri BPBD, Manggala Ani dan relawan akan langsung mendapat informasi sumber air terdekat dari mana, armada yang bisa digunakan apa, jadi semua sudah termonitor," jelas Firman.

Sejauh ini, tiga wilayah yang menjadi rawan terjadinya karhutla telah dipasang 7 CCTV, diantaranya, di Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi.

Firman menegaskan, program atau aplikasi asap digital ini sepenuhnya merupakan kerja sama dari semua steakholder dan Telkom.

Dalam satu CCTV yang terpasang pada tower dengan ketinggian 70 meter akan memakan biaya senilai Rp 29 juta, dan akan ditanggung oleh 6 perusahaan.

Pendamping SAD Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Mandi, Polisi: Bukan Karena Dibunuh

4 Pencuri Sawit Tak Berkutik Saat Dibekuk Satreskrim Polres Muarojambi

"Jadi kolaborasi, satu tower ada 6 perusahaan yang akan bertanggung jawab," jelasnya.

Tidak hanya memantau titik api, pergerakan personel yang berada dilokasi akan terpantau dengan GPS, sehingga akan tampak apakah personel tersebut sudah menuju kelokasi atau belum.

"Kita doakan sama-sama, Jambi aman dari asap," tutup Firman.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved