Breaking News:

4 Pencuri Sawit Tak Berkutik Saat Dibekuk Satreskrim Polres Muarojambi

Satreskrim Polres Muarojambi Senin (13/7/20) lalu berhasil ungkap kasus pencurian buah kelapa sawit milik Asiong yang berada di Blok G Desa Tarikan.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hasbi
Satreskrim Polres Muarojambi Senin (13/7/20) lalu berhasil ungkap kasus pencurian buah kelapa sawit milik Asiong yang berada di Blok G Desa Tarikan. 

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI- Satreskrim Polres Muarojambi Senin (13/7/20) lalu berhasil ungkap kasus pencurian buah kelapa sawit milik Asiong yang berada di Blok G Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi

Dari pengungkapan tersebut Satreskrim berhasil menangkap 4 tersangka yakni Ahmad Sabari, Ahmad Nuh, Ridwan Hanafi, dan Ahmad Bukhori.

Tertangkapnya keempat pelaku atas laporan dari pemilik kebun kelapa sawit Yan Isharionto alias Asiong.

Berdasarkan keterangan saksi mata Mursadi saat itu melihat empat pelaku sedang memanen buah kelapa sawit milik Asiong, saat itu juga Mursadi memberitahukan kejadian tersebut kepada pemiliknya.

Gegerkan Warga, Pendamping SAD di Bungo Ditemukan Tewas Tanpa Busana

Gaji Terlalu Rendah, DPRD Minta Bupati Tambah Insentif Honorer di Muarojambi

Dikatakan Kasatreskrim Polres Muarojambi melalui Kasubag Humas Polres Muarojambi AKP Amradi kepada tribunjambi.com setelah mendapatkan laporan tersebut Asiong pemilik kebun sawit bersama anggota Opsnal Polres Muarojambi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencari kebenaran.

"Dalam penelusuran tersebut mereka berhasil amankan barang bukti berupa satu mobil Grand Max Pikap yang bermuatan buah kelapa sawit serta tiga pelaku yang berada dalam mobil, mereka tidak berkutik saat diamankan Opsnal Polres Muarojambi," kata AKP Amradi, Jumat (17/7/20).

Dari hasil pengembangan pada Selasa (14/7/20) ketiga pelaku dan barang bukti buah kelapa sawit seberat 2 ton, pada malam itu juga satu pelaku lagi bernama Bukhori juga ikut amankan di rumahnya.

Barang bukti yang didapat 1 unit mobil Grand Max Pikap, tiga buah tojok, tandan kepala sawit seberat 2 ton, kerugian diperkirakan senilai 9 juta rupiah.

"Dari aksinya keempat pelaku tersebut tidak hanya kali ini saja , tetapi mereka sudah lakukan sejak 29 Mei 2020 lalu, diperkirakan kerugian pemilik sawit tersebut mencapai 420 juta," tuturnya.(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved