Susanti Langsung Lemas, Uangnya di Bank Rp 59 Juta Mendadak Hilang Setelah Terima Hadiah Panci

Sementara itu, Supervisor BRI Unit Simpang Kolam Percut Seituan Herman berdalih jika masalah ini sebenarnya miskomunikasi saja.

Editor: Tommy Kurniawan
SRIPOKU.COM/Edison Bastari
Ilustrasi 

Berkaitan dengan kasus ini, Susanti masih merasa kesal.

Dia menilai pegawai Unit Simpang Kolam tidak becus dalam bekerja.

Jikalau program hadiah yang ditawarkan bank itu ada konsekuensinya, maka pihak bank harus memberikan penjelasan.

Bukan malah mengambil tindakan sepihak saja.

"Saya sama sekali tidak diberi tahu soal program itu.

Mereka (pegawai) hanya bertanya, ibu mau hadiah," kata Susanti.

Namanya juga ibu rumah tangga, Susanti pun tidak menolaknya.

Adapun hadiah yang diberikan bank berupa perlengkapan dapur yang terdiri dari panci dan sudip (sutil).

"Awalnya saya cuma niat memasukkan uang ke rekening sekitar Rp 20 juta.

Tapi setelah menerima hadiah itu, uang saya di saldo malah hilang," katanya.

Tidak hanya saldo saja yang berkurang, Susanti juga tidak bisa menarik uangnya selama tiga bulan.

Padahal, kata Susanti, uang yang disetorkannya itu untuk keperluan berobat sang suami yang saat ini tengah menderita kanker otak.

"Kalau misalnya nanti Malaysia sudah membuka aksesnya, uang itu lah yang bakal saya gunakan untuk keperluan berobat suami.

Tapi belakangan, uang saya malah tidak bisa diambil," katanya.

Persoalan lain yang dihadapi Susanti, bilamana hadiah yang diberikan Unit Simpang Kolam dikembalikan, maka dia akan kena penalti.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved