Info Terkini Pemkot Jambi
Lembaga PBB, UN Habitat Pilih Kota Jambi Sebagai Change Maker City Program Dunia Waste Wise Cities
Terpilihnya Kota Jambi sebagai Change Maker City tersebut, tidak terlepas dari konsitensi dan kesungguhan komitmen Kota Jambi yang secara global...
*Fasha Kembali Bawa Jambi Mendunia
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kota Jambi kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, ibukota Provinsi Jambi yang juga dijuluki dengan Tanah Pilih Pusako Batuah itu kembali menunjukkan eksistensinya di dunia internasional dengan menjadi satu-satunya daerah di Indonesia dari 20 kota di seluruh dunia yang dipilih oleh UN Habitat (United Nation Human Settlement Programme, salah satu organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa yang membidangi pemukiman manusia) menjadi pilot project Waste Wise Cities (WWC), sebuah program yang mensuport kota terpilih (Change Maker City) dalam tatanan global, untuk meningkatkan kemampuan manajemen persampahan di wilayahnya.
Terpilihnya Kota Jambi sebagai Change Maker City tersebut, tidak terlepas dari konsitensi dan kesungguhan komitmen Kota Jambi yang secara global selama ini telah diakui dalam upaya penanganan persampahan yang berwawasan lingkungan. Kota Jambi akan dipadukan dengan kota terpilih lainnya oleh UN Habitat, yaitu Kota Ratnapura Srilanka sebagai Supporter City, yaitu daerah percontohan yang sebelumnya telah dipilih oleh UN Habitat dan sukses menjalankan program yang dicanangkan oleh lembaga PBB yang berkantor pusat di Nairobi Kenya tersebut.

Kesepakatan terpilihnya Kota Jambi sebagai pilot project Waste Wise Cities (WWC) tersebut, diselebrasikan dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual antara Kota Jambi, Kota Ratnapura dan UN Habitat, pada Rabu sore (15/7).
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung secara virtual oleh Wali Kota Jambi, Wali Kota Ratnapura dan Mrs. Nele Sophie Kapp selaku Associate Officer UN-HABITAT. Turut mendampingi Wali Kota Jambi dalam penandatangan MoU tersebut, Kadis Lingkungan Hidup Kota Jambi Dr. H. Ardi dan Kabag Kerjasama Setda Kota Jambi, Mariani Yanti, Ph.D.
Tujuan program Waste Wise Cities (WWC) ini selain untuk mempromosikan secara sosial dan lingkungan kota yang stabil dengan tujuan memberikan perlindungan sama bagi semua orang, juga untuk mendorong kota-kota di dunia dalam memaksimalkan peran manajemen persampahan yang berimplikasi pada tatanan kehidupan berkelanjutan di seluruh dunia.
Pemilihan Kota Jambi pun cukup beralasan. Selain karena memiliki komitmen yang kuat dan konsisten dalam tata kelola persampahan yang berwawasan lingkungan, Kota Jambi juga diyakini mampu menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia.
"Sebagai daerah yang menjadi ibukota provinsi, dengan tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang juga cukup tinggi dan dengan segala kompleksitas permasalahan persampahan, namun kita mampu untuk terus mencari solusi efektif dalam pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya bantuan asing yang mengalir untuk Kota Jambi, dan kota kita juga sering dijadikan pilot project dari beberapa lembaga dunia, seperti Unescap, UCLG dan lainnya," sebut Fasha usai acara penandatangan MoU tersebut.
Lebih lanjut, Fasha mengungkapkan bahwa, permasalahan sampah di Kota Jambi didominasi dengan 61% sampah organik. Dengan mengikuti Waste Wise Cities Challenge, Kota Jambi akan meningkatkan kapasitas dan manajemen persampahan yang ada selama ini, seperti pengumpulan, transportasi, mengurangi sampah dari sumber dengan metode 5 R dan meningkatkan nilai tambah dari sampah, serta mengelolanya menjadi sampah ramah lingkungan.
"Sebagai wajah dari Provinsi Jambi, Kota Jambi merasa bertanggung jawab untuk menciptakan Kota Jambi yang selalu bersih, mendorong partisipasi dan keterlibatan seluruh stakeholder untuk mengelola dan menangani sampah di Kota Jambi. Kita yakin dengan dukungan UN Habitat melalui WWC ini, akan lebih menambah daya juang kita dalam mengatasi permasalahan persampahan di perkotaan," jelas Fasha.
Selain Kota Jambi, ada 20 kota lain di dunia yang di fasilitasi oleh UN Habitat dalam hal pengelolaan manajemen penanganan sampah melalui program Waste Wise City ini. 20 kota dunia ini akan di advokasi oleh UN Habitat dalam hal penanganan manajemen persampahan, mulai dari sumber sampah yaitu baik dari rumah tangga dan lain sebagainya.
"Sampah yang dari sumber akan diolah menjadi waste to energy, maupun menjadi barang jadi yang bermanfaat. Ada juga sampah-sampah yang dijadikan kompos dan lain sebagainya. Sehingga, penanganan-penanganan inilah yang akan menjadi role model nanti dalam penanganan sampah di seluruh dunia," beber Fasha.
Fasha menambahkan, UN Habitat juga memfasilitasi bantuan-bantuan fasilitas terkait untuk 20 kota di dunia ini nantinya. Ia berharap kota Jambi akan banyak mendapatkan bantuan tersebut, seperti edukasi penanganan sampah, bantuan peralatan dan sarana lainnya. Selain itu juga fasilitas-fasilitas dalam pengembangan sumber daya manusia, terkait dengan sanitasi.
"Seperti kita direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan sanitary landfill, selain itu kita juga direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan mobil pengangkut sampah. Sehingga mobil-mobil ini nanti kalau mengangkat sampah misalnya muatan 30 kubik tadinya dilakukan oleh enam mobil, tapi ini bisa dilakukan oleh satu mobil. Karena mobil ini mampu melakukan kan pengepresan dari 30 kubik bisa menjadi 5 kubik," pungkas Wali Kota Jambi dua periode itu.
Sebagaimana diketahui, eksistensi Kota Jambi di berbagai forum internasional tidak terlepas dari komitmen dan dedikasi tinggi yang telah diinisiasi dan ditunjukkan oleh Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME sejak awal memimpin Kota Jambi hingga memasuki periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Dr. dr. H.Maulana, MKM.