Idul Adha 2020
Banyak Ditanyakan saat Idul Adha, Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia?
Banyak Ditanyakan saat Idul Adha, Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia?
TRIBUNJAMBI.COM - Umat Muslim sebentar lagi akan merayakan hari raya Idul Adha 2020.
Dari tahun ke tahun, banyak pertanyaan mengenai tata cara berkurban.
Satu di antaranya adalah bolehkan berkuban untuk orangtuanya yang sudah meninggal dunia.
• Download MP3 20 Lagu Minang Kompilasi Terpopuler 2020, Mulai dari Nasi Bungkuih s/d Lahia Jo Bathin
• Cara Dapatkan Promo Terbaru Telkomsel, Kuota Internet 10 GB Cuma Rp 40 Ribu, Begini Cara Aktivasinya
• Saingi China, Jepang Akan Buat Pesawat Tempur Tercanggih di Dunia, Kembangkan Pesawat Tanpa Awak
• Jangan Pernah Turunkan Masker ke Dagu Saat Makan, Simak Bahaya yang Terjadi, Baiknya dengan Cara Ini
Bagaimana hukumnya? Begini penjelasan Ustadz Abdul Somad.Dilansir dari YouTube Bujang Hijrah, Ustadz Abdul Somad mendapatkan pertanyaan dari jamaahnya terkait berkurban.
"Bagaimana hukum kurban atas nama orang yang sudah meninggal? Bukankah orang yang mati itu tak bisa beribadah?," ujarnya membacakan pertanyaan.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjawabnya dengan mengibaratkan dirinya sudah meninggal.
"Kalau Abdul Somad mati, dia tak bisa beribadah. Tapi ibadah bapak kepada Abdul Somad sampai tak? Sampai. Kalau tak sampai ibadah bapak ke Abdul Somad tak ada shalat jenazah," ujarnya.
Kalau ibadah untuk orang yang sudah meninggal itu tidak ada, maka orang yang sudah meninggal akan dicampakan begitu saja, tidak dishalatkan dan disedekahkan.
Bahkan kata dia, makanan untuk orang yang sudah meninggal saja bisa sampai.
"Dalilnya, ya Rasulullah, ibuku sudah mati, kalau aku bersedekah sampai tak sedekah ini untuk emakku? Kata Nabi sampai, dan sedekah yang paling afdol yakni air minum," jelasnya.
Hukum makan daging kurban
Biasanya, umat muslim merayakan hari Raya Idul Adha dengan berkurban baik sendiri maupun keluarganya.
Hewan yang biasanya dikurbankan di hari Raya Idul Adha yakni kambing dan sapi.
Nah, untuk berkurban ini, sebagian berpendapat bahwa orang yang berkurban tidak boleh memakain daging kurbannya sendiri.
Pendapat itu dibantah oleh Ustaz Abdul Somad.
• Daftar Harga Handphone Samsung Terbaru di Bulan Juli 2020, Ada yang Harganya Mulai Rp 1 Jutaan
• Belakangan Ini Ada yang Mimpi Makan Pisang? Artinya Berkaitan Erat Sama Kebahagiaan, Ini Tafsirannya
• Promo Menarik Alfamart Sampai 15 Juli 2020, Ada Diskon Produk Indomie, Susu dan Peralatan Sekolah
• Corona Makin Parah di Indonesia, Jokowi Instruksikan Pemeriksaan Kesehatan Ketat di Tempat Ini
Dilansir dari tayangan YouTube, Ustaz Abdul Somad malah menanyakan balik siapa yang melarang orang yang berkurban untuk memakan daging kurbannya.
"Apakah boleh orang berkurban, memakan daging hewan kurbannya?," kata Ustaz Abdul Somad membacakan pertanyaan di selembar kertas.
Ustaz Abdul Somad kemudian tampak melirik ke arah kanan dan tidak langsung menjawab.
"Bapak kurban? Iya. Jangan makan dagingnya nanti ya, itu tak boleh dimakan. Dapat dari mana? Entah begitulah kata nenek moyang kami dulu," ujarnya mempraktekkan percakapan.
Ustaz Abdul Somad kemudian membacakan sebuah ayat Al-Quran.
"Makanlah, walah malah disuruh (tak boleh makan). Mana ayatnya Pak Ustaz? Surat Al Hajj : 28. Makanlah, tapi jangan semuanya. Pak ketua masjid, ini sapi tolong potongkan nanti antarkan ke rumah pahanya, kakinya, kepalanya, ekornya, kulit. Nanti kalau ada orang kayak gini di komplek kita, ambilah semua, potong sendiri, bagi sendiri, mati sendiri," jelasnya disertai candaan.
Meski begitu, Ustaz Abdul Somad menjelaskan kalau sebagian besar dari hewan kurban itu memang seharusnya diberikan kepada fakir miskin.
Kemudian jika ingin mengikuti sunnah rasul, kata dia, lebih baik memakan hatinya.
• Bacaan Niat Puasa Arafah & Tarwiyah, Puasa Sunah Sebelum Idul Adha, Amalan Penghapus Dosa Dua Tahun
• Indonesia yang Nyaris Ciptakan Perang Dunia Ketiga saat Soekarno Marah Besar dengan Negeri Jiran
• Bukannya Sedih Karena Tak Sengaja Pecahkan Guci di Rumah, IRT Ini Malah Kegirangan Karena Hal Ini
"Yang paling afdol kalau mau ikut sunnah, begitu selesai shalat (Idul Adha), pulang, motong, langsung belah ambil hatinya, potong sesuap, cuci, kasih garam, bakar sebentar saja, ketika matang langsung makan hatinya, itu yang dilakukan nabi," tuturnya.
"Kenapa tidak dagingnya? Dagingnya lama, teksturnya keras, matangnya lama, tapi kalau hatinya lunak, langsung potong, bakar dan makan," ujarnya.
Nah, baru kemudian sisanya yakni mulai dari daging, kulit, kaki, kepala dan sebagainya, dibagikan kepada fakir miskin.
"Bagikan ke fakir, best (tebaik), paling bagus makan hatinya sedikit, bagikan," tambahnya.
Ustaz Abdul Somad kemudian membagikan cara kedua yang bisa dilakukan oleh orang yang berkurban terhadap daging kurbannya tersebut.
Yakni, orang yang berkurban boleh memakan daging kurbannya, namun tidak lebih dari sepertiga bagian saja.
"Setelah dipotong, sebenarnya itu jatahnya sepertiga, sepertiga untuk yang berkurban, sepertiga untuk sahabat, kerabat, tetangga, keluarga, sepertiga lagi untuk fakir miskin," bebernya.
• Reaksi LB Moerdani ke Sintong saat Kopassus Nyaris Gagal Selamatkan Sandera di Thailand Gegara Ini
• Download MP3 Lagu How You Like That - BLACKPINK, Tersedia Lengkap Sama Lirik Lagu dan Video Klipnya
• Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Toreh Prestasi dari Dua Karya Inovasi Ini
Untuk itu, kata dia, jika yang berkurban selama ini sering mendapat dua atau tiga kupon, tidak masalah.
"Jadi pembagian kita selama ini, antara-antara, tidak yang terlalu minim, tidak yang terlalu banyak, tidak yang terlalu afdol, tidak sepertiga, dapat dua kupon ambilah, tiga kupon tak masalah," tambahnya.
Namun, kata dia, tentu saja hal itu tetap tidak boleh melebihi sepertiganya.
"Selama jangan lebih dari sepertiga, kalau lebih kita ambil dari sepertiga, kita sudah makan jatah orang lain, haram. Tapi jangan gara-gara ini, semuanya minta sepertiga," tutupnya. (Vivi Febrianti)
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Idul Adha 2018 - Ini Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Kata Ustaz Abdul Somad
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Bolehkah Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia? Apakah Pahalanya Sampai,
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM: