Breaking News:

Resolusi Konflik Gajah dengan Manusia di Tebo, Pemerintah Kembangkan Koridor Gajah Menjadi KEE

Pemerintah mengembangkan jalur gajah di luar kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Tebo.

Tribunjambi/Zulkifli
Penyerahan SK Forum KEE Koridor Gajah dari Sekda Provinsi Jambi Kepada Ketua Forum KEE atau Kadis Kehutanan Provinsi Jambi. 

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Pemerintah mengembangkan jalur gajah di luar kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Tebo.

Saat ini telah dibentuk forum kawasan ekosistem esensial (KEE) yang di-SK-kan oleh Gubenur Jambi dan diketuai oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kamis (9/7/2020).

Wacana penetapan koridor gajah dengan sekema KEE tersebut sangat penting, mengingat potensi konflik gajah dengan petani maupun dengan perusahaan perkebunan di kawasan tersebut cukup tinggi.

Kawasan ekosistem esensial merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi keanekaragaman hayati sebagaimana yang dianut dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi. Kawasan Ekosistem Esensial sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati.

BREAKING NEWS 30 Remaja di Jambi Tertangkap Ramai-ramai Ngamar di Hotel, Camat Temukan Obat Kuat

VIDEO Detik-detik Penangkapan Dua Orang Diduga Bawa Sabu di Kawasan Solok Sipin Kota Jambi

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Ahmad Bestari mengatakan lanskap koridor gajah di Tebo yang diinisiasi jadi kawasan KEE ini sebanyak lebih kurang 120 ekor gajah. Ini merupakan kumpulan gajah sumatera terbesar di Indonesia.

"Jadi memang itu sangat kita butuhkan. Karena satwa gajah itu jalurnya jalur alami. Dari dulu gajah-gajah di sana melalui jalur itu saja. Jadi kalau ada aktivitas masyarakat di sana pasti ditrobos," sebut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Ahmad Bestari kepada tribunjambi.com.

Disebutkanya gajah yang sering konflik dengan petani, itu ketika ada gajah individu baru yang ingin membuat kelompok baru, keluar koridor dari kelompoknya.

Di kawasan KEE ini nantinya akan dibangun pagar listrik sepanjang 150 Km untuk resolusi konflik gajah agar tidak keluar koridornya.

Dalam forum KEE ini melibat semua pihak, baik pemerintah, NGO, pihak perusahaan. "Catatan saya ada 8 perusahaan kehutanan dan perkebunan yang terlibat dalam KEE ini. Perusahaan itu sudah berkomitmen untuk melestarikan satwa-satwa liar yang ada di sana," kata Bestari.

Sementara itu Kepala BKSDA Provinsi Jambi Rahmad Saleh mengatakan jika renca aksi KEE koridor gajah di kawasan penyangga Tamana Nasional Bukit Tigah Puluh ini sudah disusun. Kemudian SK forum juga sudah ditandatangani oleh Gubernur Jambi. Tinggal deleniasi oleh tim forum.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved