Berita Internasional
Laut China Selatan Bakal Jadi Saksi, PLA Navy Terima Tantangan Perang Armada Laut Amerika di Pasifik
Laut China Selatan Bakal Jadi Saksi, PLA Navy Terima Tantangan Perang Armada Laut Amerika di Pasifik
TRIBUNJAMBI.COM - Perseteruan Amerika Serikat dan China di laut sengketa Laut China Selatan sampai membuat pasukan laut dua negara bersiap menghadapi peperangan.
Seperti yang diketahui US Navy Amerika Serikat (AS) memang satu-satunya AL di dunia yang intens mencoba berbagai dimensi peperangan dari awal mereka berdiri.
Berbagai palagan pertempuran dimana AS terlibat pastilah US Navybersama USMC yang selalu dikirim duluan untuk menggempur lawan.
• Ingin Terlepas dari Rongrongan China, India & Filipina Siap Ambil Tindankan Tegas Meski Harus Perang
• Terbaru, Batas Tarif Tertinggi untuk Rapid Test Rp 150 Ribu, Resmi dari Surat Edaran Kemenkes
• Perhatiannya Untuk Jaga Cut Syifa Jadi Sorotan, Mischa Siap Hadapi Haters Intan di Samudra Cinta
Baru setelah itu USAF dan US Army ikut andil dalam serangan presisi ke lawan.
Dalam perkembangan terbaru di Laut China Selatan beberapa hari terakhir ini, China menuduh Amerika Serikat memiliki "motif tersembunyi" dalam mengirim dua kapal induk penyerang ke Laut ChinaSelatan yang disengketakan.
• Soal Komisioner KPU Bungo Dipecat Karena Melanggar Kode Etik, Bisri: Penggantinya Wewenang KPU RI
• Mojok Politik Seri 2: Menebak Teka-teki Boeing 737 sampai Minta Petunjuk dari Langit
• Bacaan Surat Yasin 83 Ayat Dalam Bahasa Arab dan Latin, Dianjurkan Untuk Umat Muslim di Malam Jumat
Menurut pemberitaan media pemerintah China, Beijing menyatakan siap menghadapi tantangan yang diajukan oleh Washington.
Melansir South China Morning Post, Wang Yunfei, seorang pensiunan perwira angkatan laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), mengatakan China siap untuk melawan "ancaman" yang ditimbulkan oleh AS.
"China telah beberapa kali mengalami ancaman yang ditimbulkan oleh AS di laut dengan penyebaran beberapa kapal induknya," kata Wang dalam sebuah artikel di situs web Phoenix Television, jaringan televisi yang sebagian sahamnya milik negara, yang juga dikutip South China Morning Post.
“Tekad Tiongkok untuk menjaga integritas teritorial, kedaulatan, dan kepentingan maritimnya tidak akan goyah (setelah) ancaman terbaru yang ditimbulkan oleh AS. Militer Tiongkok siap dan akan menangani (ancaman) dengan mudah,” tambahnya.
• Download MP3 Lagu Kisah Kasih di Sekolah - Chrisye, Jadi Soundtrack Sinetron Dari Jendela SMP SCTV
• Beberapa Hari Hujan Berintensitas Sedang Tidak Sebabkan Banjir, Ini Kata Kepala BPBD Kota Jambi
• Dede Sunandar Mendadak Datangi Sule untuk Pinjam Uang, Ayah Rizky Febian Kasih Satu Syarat Ini
Tabloid China, Global Times juga mengutip analis militer yang mengatakan Beijing memiliki kendali penuh atas situasi tersebut.
"China memiliki berbagai pilihan senjata pembawa anti-pesawat terbang seperti misil DF-21D dan 'pembunuh kapal induk' DF-26," kata surat kabar itu, mengutip analis. “Laut China Selatan sepenuhnya berada dalam jangkauan PLA; setiap pergerakan kapal induk AS di kawasan itu adalah kesenangan PLA."
Wang mengatakan China telah melakukan latihan dengan rudal balistik, rudal udara-ke-kapal dan rudal anti-kapal selama setahun terakhir di wilayah tengah Laut China Selatan untuk mempersiapkan serangan terhadap kapal induk dari negara-negara asing.
Wang menambahkan, latihan militer AS terbaru di daerah itu akan memberikan target kehidupan nyata bagi angkatan laut PLA dalam menguji kemampuannya. Dia menambahkan bahwa China dapat melakukan putaran latihan lagi di laut pada Agustus.
• Pemerintah Kabupaten Batanghari Lantik Pejabat P2UPD
• Bupati Syahirsah Apresiasi Atas Penemuan Kalung Aromaterapi Pencegah Virus Corona dari Kementan
• Meski Musim Kemarau, Kota Jambi Masih Aman dari Titik Api Kebakaran Lahan
Masih melansir South China Morning Post, AS telah mengirim dua kapal induk, USS Ronald Reagan dan USS Nimitz, ke perairan yang disengketakan untuk latihan militer mulai hari Sabtu. Hal itu bersamaan dengan latihan serupa yang diadakan China di wilayah tersebut.
Latihan ini merupakan salah satu latihan terbesar Angkatan Laut AS dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, sangat jarang terjadi bahwa latihan militer utama AS dan China dilakukan pada waktu yang bersamaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pla-navy-terima-tantangan-perang-amerika-di-pasifik-siapa-bakal-jadi-arang.jpg)