Breaking News:

Update PPDB 11 Daerah di Jambi

Pelaksanaan PPDB MTs di Kota Jambi Lancar, Ini Kata Kepala Kementerian Agama Kota Jambi

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kemenag Kota Jambi Rusli Adam saat di Konfirmasi Tribunjambi, Senin (6/7/2020).

TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Rusli Adam, Kepala Kemenag Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Jambi tahun ajaran 2020/2021 berjalan lancar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kemenag Kota Jambi Rusli Adam saat di Konfirmasi Tribunjambi, Senin (6/7/2020).

Dirinya mengatakan bahwa pelaksanaan PPDB sudah selesai dan prosesnya yang dilalui di antaranya, pengumuman dengan memasang spanduk dan tes melalui online, serta tes praktek melalui video call.

Sebanyak 36 Tahanan Jaksa dan Polres Muarojambi Dirapid Test Sebelum Dikirim ke Lapas

BREAKING NEWS Pertama Kali di Provinsi Jambi, Pasien Covid-19 Asal Kerinci Meninggal Dunia

Rencana Sekolah Tatap Muka di Kerinci, Disdik Tunggu Petunjuk dari Pemkab

"Kemudian langsung diumumkan dengan persentase murni, dan menyangkut dengan masalah lingkungan, dan persentase melalui bakat," jelas Rusli.

Terkait dengan siswa yang memiliki nilai yang baik saat lulus pada Sekolah Dasar (SD) ia menjelaskan, nilai sementara untuk siswa dengan nilai yang baik saat kelulusan maka akan dipertimbangkan.

"Tetap sama tapi ada pertimbangan atau prioritas, jika nilainya bagus alhamdulillah tapi, jika nilainya kurang bagus maka akan dibantu dengan prestasi tadi," ujarnya.

Dirinya juga mengakui bahwa hasil verifikasi data siswa yang mendaftar di sekolah MTs juga sudah terverifikasi dan pada 13 Juli 2020 akan dilaksanakan belajar mengajar di sekolah dengan tatap muka dan siswa yang terbatas.

Bagi anak dengan nilai tinggi saat lulus SD dan tidak lulus saat melakukan seleksi pada MTS, dirinya mengatakan hal tersebut dilakukan oleh panitia seleksi, karena menurutnya anak yang nilai sekolahnya tinggi belum tentu saat tes praktek dan tes wawancara memiliki nilai yang sama dengan nilai sekolah.

"Contohnya begini karena, Madrasah Tsanawiyah itu kan Tsanawiyah pelajarannya Al Quran Hadits, akhlak itu dan kalau seandainya memang kurang saat tes wawancara tentang bacaan Alquran dan lain sebagainya, itu akan menyulitkan mereka nanti," jelasnya.

Ia juga melanjutkan untuk anak dengan nilai akademik yang cukup bagus namun, terdapat masalah saat tes keagamaan, hal itu menyebabkan tim seleksi mempertimbangkan.

"Nanti akan menyulitkan anak itu sendiri, makanya kami yang secara umum bahwa manakala anak-anak itu kurang bagus dalam hal keagamaan pada waktu praktek itu maka itu dipertimbangkan," ujarnya.

"Kasihan kepada anak itu sendiri nantinya pada waktu mengikuti mata pelajaran karena 70 persen itu agama semua, mohon maaf guru untuk mengajar nya satu persatu tidak bisa ya kan terbatas," sambungnya.

Mengenai masalah lingkungan untuk anak yang mendaftar di MTs terdekat dengan tempat tinggal nya, ia menjelaskan hal tersebut akan di tinjau kembali sesuai dengan persentase kebutuhan untuk anak yang tinggal di lingkungan sekolah.

"Kita juga sudah panggil RT di lingkungan sekolah tersebut, dan RT nya juga menyepakati, namun hal tersebut juga menggunakan persentase dan tidak semua siswa yang berada di lingkungan di terima. Karena di khawatirkan jika semua siswa lingkungan sekitar di terima maka, yang mendaftar dari daerah lain mau kita tempat kan di mana," pungkasnya.

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved