Breaking News:

Update PPDB 11 Daerah di Jambi

Rencana Sekolah Tatap Muka di Kerinci, Disdik Tunggu Petunjuk dari Pemkab

Untuk itu ungkapnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah daerah. Jika diizinkan, maka pmb dengan tatap muka akan dilakukan.

grid.id
Ilustrasi para siswa akan kembali ke sekolah. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci masuk zona hijau Covid-19, dan diperbolehkan mengelar sekolah tatap muka.

Namun untuk melakukan itu, Dinas Pendidikan Kerinci masih menunggu petunjuk dari pemerintah daerah.

Kadis Pendidikan Kabupaten Kerinci, Murison dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihak masih melakukan persiapan untuk sekolah tatap muka. Seperti mengadakan pertemuan dengan pihak terkait dan melihat kesiapan sekolah-sekolah.

Meski Jam Operasional Belum Normal, Kafe-kafe di Kota Jambi Sudah Beroperasi

Penggunaan Alat Kontrasepsi di Muarojambi Masih Didominasi Suntik dan Pil

Pimpin Apel Siaga Karhutla, Pj Sekda Provinsi Jambi Harap Semua Gerak Cepat Antisipasi Karhutla

"Sekarang kita lagi turun ke sekolah untuk melihat kesiapan dan membahas SOP," katanya, Senin (6/7/2020).

Disebutkannya, dari Kemendikbud RI dan Surat Keputusan (SK) Empat Menteri, bahwa daerah yang masuk zona hijau diperbolehkan melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan Tatap Muka.

"Tapi untuk PBM tatap muka, nanti di sesuaikan dengan keadaan daerah," ujarnya.

Untuk itu ungkapnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah daerah. Jika diizinkan, maka pmb dengan tatap muka akan dilakukan.

"Jadi kita masih menunggu izin dari pemerintah daerah dan gushs tugas Covid-19," katanya.

Sebelumnya lanjutnya, berdasarkan hasil rapat teknis bersama Koordinator Pengawas (Korwas), Koordinator Wilayah (Korwil) dan Stakeholder, telah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan PBM.

"Kita rencanakan, untuk tingkat SD, PBM Tatap Muka dimulai kelas Empat hingga Kelas Enam dan SMP. Selain itu, untuk kapasitas dalam ruangan kelas juga dilakukan pengurangan, dimana peserta didik satu kelas dibatasi sebanyak 14 orang untuk SD, dan untuk SMP 16 orang, begitu juga dengan jadwal belajar juga akan dibatasi, nantinya" jelas Murison.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved