Warna Matahari Terbenam Bukan Cuma Oranye, di Planet Lain Malah Ada yang Berwarna Biru dan Hijau
Warna Matahari Terbenam Bukan Cuma Oranye, di Planet Lain Malah Ada yang Berwarna Biru dan Hijau

Ehler mengatakan semua planet dengan atmosfer dari gas memiliki kecenderungan yang sama. Uranus misalnya, memiliki atmosfer gas gabungan dari hidrogen, helium, dan metana.
Pada siang hari, cahaya Matahari terlihat kebiruan sementara pada malam hari berubah menjadi kemerahan.
Namun jika atmosfer sebuah planet bukan terdiri dari gas, lain lagi warna Matahari saat terbenam. Fenomena sunset biru di Mars misalnya.
“Hal ini karena atmosfernya dipenuhi partikel debu,” tutur Ehler.
• Menghilang dari Tenda, Pendaki Gunung Guntur Ditemukan Juru Parkir dalam Kondisi Telanjang & Lemas
• Cuma Soekarno yang Tersenyum saat Ledakan Besar di Markas TNI Terjadi & 2 Sosok Ini Muncul dari Air
Pada penelitian tahun 2014 berdasarkan foto Matahari terbenam dari rover Spirit, Ehler dan para koleganya menemukan bahwa partikel debu memancarkan sinar Matahari dengan cara berbeda dengan partikel gas.
Molekul gas, seperti yang ada pada atmosfer Bumi, memancarkan cahaya ke berbagai arah. Namun partikel debu hanya memancarkan cahaya pada satu arah.
Kemudian, partikel debu memancarkan warna merah dengan sudut yang lebih besar dibanding biru.
Oleh karena cahaya biru tidak tersebar luas, warnanya menjadi terkonsentrasi pada satu titik.
“Cahaya biru enam kali lebih intens konsentrasinya dibanding cahaya merah,” tambah Ehler.
Sumber : Kompas.com