Matahari di Atas Kabah Hingga Gerhana Bulan Penumbra, Ini 6 Fenomena Langit yang Terjadi Juli 2020

Ada banyak fenomena menarik di langit yang bisa kita saksikan setiap bulannya dengan mata secara langsung maupun dengan bantuan alat optik.

Editor: Deni Satria Budi
net
Ilustrasi Fenomena Matahari di atas Kabah 

Akan tetapi, tidak seperti Aphelion, GBP kali ini tidak dapat diamati dari seluruh wilayah di Indonesia.

Inilah 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Terbaru di 2020, Makin Tajir Meski Digempur Pandemi

Sebelum Meninggal, Pakar Kejiwaan Ungkap 6 Perasaan yang Dialami Jelang Ajal, Termasuk Kesepian

4. Matahari di atas Kabah: 15 Juli

Posisi atau kedudukan Matahari tepat di atas Kabah akan kembali terjadi pada 15 Juli mendatang, dan menjadi yang kedua sekaligus terakhir pada tahun 2020 ini.

Matahari pada posisi ini, berkedudukan tepat melintas di lintang Kabah (21º 25' LU) dalam gerak semu tahunannya. Serta, pada saat yang sama juga, Matahari sedang melintaaasi garis meridian Kabah (39º 50' BT).

"Sehingga Matahari akan tepat berada di titik zenith Kabah," ujarnya.

Anda yang berada di wilayah selain Kepulauan Maluku dan Pulau Irian bisa mengamati terjadinya fenomena Matahari di atas Kabah ini.

5. Bulan sabit termuda: 21 Juli

Bulan sabit termuda ini merupakan fenomena biasa yang sering terjadi pada setiap bulannya.

Fenomena ini, kata Marufin, dijadikan sebagai penentu bagi awal bulan kalender dalam kalender Hijriyyah.

Kemungkinan besar, di Indonesia sendiri kondisi langit dengan bulan sabit termuda ini akan dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia.

Namun, Anda juga diminta untuk mengamatinya menggunakan alat bantu optik seperti teleskop. Sebab, hanya pengamat berpengalaman yang bisa mendeteksinya tanpa alat bantu optik.

6. Komet Neowise (C/2020 F3): 20 Juli

Marufin mengatakan, fenomena komet Neowise (C/2020 F3) ini menjadi menarik untuk dapat Anda saksikan karena merupakan komet yang baru ditemukan pada akhir Maret 2020 ini.

Untuk diketahui, perihelion dari komet Neowise ini memiliki periode yang sangat panjang yaitu sekitar 5.000 tahun.

Di Indonesia, komet Neowise ini akan tampak di langit barat laut mulai 20 Juli 2020 mendatang, dengan ketinggian yang terus meningkat.

"Namun pada magnitudo (keterangan) yang terus menurun," tutur Marufin.

Sumber : Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved