Pedagang yang Berjualan di Bahu Jalan Kawasan Pasar Talang Banjar Bakal Didenda Maksimal Rp 10 Juta

Ia juga mengatakan akan ada tim khusus yang meninjau adanya pelanggaran di kawasan-kawasan tersebut.

Tribunjambi/Rohmayana
Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Talang Banjar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasca dilakukan eksekusi penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Talang Banjar, saat ini para pedagang tersebut mulai bergeser menjajakan dagangannya di kawasan Jalan Sentot Ali Basa, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur.

Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, Komari mengatakan bahwa pihaknya tidak akan langsung kembali melakukan penertiban seperti sebelumnya.

"Kita akan langsung melakukan tindakan tegas berupa sanksi, baik kepada pembeli maupun pedagang," katanya Minggu (28/6/2020).

Sosialisasi Pilgub Jambi 2020, KPU Sarolangun Harapkan Dukungan Perlindungan Keamanan

Gas LPG 3 Kg Masih Dijual di Toko Pengecer, Mukhtamar Hamdi: Harus Dibuat Kartu Kendali

Lagi-lagi Viral Rumor Kematian Kim Jong Un, Jepang Klaim Pimpinan Korut Itu Tumbang karena Covid-19

Ia juga mengatakan akan ada tim khusus yang meninjau adanya pelanggaran di kawasan-kawasan tersebut.

"Tidak kita bongkar seperti kemarin. Nanti akan ada tim yang langsung ke sana melihat jika ada transaksi di kawasan yang dimaksud akan dikenakan denda. Sebab itu sudah dilarang berjualan di sana," sebutnya.

Dikatakan komari para PKL yang berjualan di sepanjang bahu jalan dan tidak memiliki izin, telah melanggar Perda Kota Jambi No 47 tahun 2002 tentang ketertiban umum serta Perda Kota Jambi No 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Kita lihat nanti dendanya berapa yang akan dikenakan, tergantung dari tingkat kesalahan yang bersangkutan. Maksimal bisa mencapai Rp 10 juta," sebutnya.

Komari berharap agar para pedagang maupun pembeli harus lebih berpikir dua kali untuk menjajankan dagangannya di tempat yang tidak diizinkan.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kasat Pol PP Kota Jambi Kamal Firdaus mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evalusi hasil penertiban belum lama ini dan merencanakan ada penertiban tahap ketiga.

Dirinya mengatakan, untuk evalusi pihaknya juga dilakukan rapat tim pada Senin (15/6/2020), sasarannya yaitu pedagang dan pembeli. Utamanya pembeli yang akan ditindak.

"Sesuai Perda nomor 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemerberdayaan pedagang kaki lima, penjual dan pembeli didenda. Maksimal denda terhadap pedagang dan pemebeli Rp 2 juta," jelasnya.

Dikatakan Kamal, saat ini memang masih ada pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Pakubuwono dan Jalan Orang Kayo Pingai.

"Kedepan kami berencana tidak lagi menempatkan petugas secara rutin, karena akan dijalin kerjasama dengan komunitas masyarakat sekitar untuk mengawasi PKL tersebut," pungkasnya.

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved