Breaking News:

Gas LPG 3 Kg Masih Dijual di Toko Pengecer, Mukhtamar Hamdi: Harus Dibuat Kartu Kendali

“Sebetulnya secara aturan gas itu diperjual belikan hanya sebatas pangkalan saja,” kata dia, Minggu (28/6/2020).

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Hingga kini tabung gas LPG 3 kg masih dijual bebas toko penegecer di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Padahal ini sudah menyalahi aturan, sebab rantai perdagangan gas LPG subsidi ada di pangkalan.

Karo Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Mukhtamar Hamdi mengatakan, dengan diperjualkannya secara bebas LPG 3 kg ini membuat semua orang bisa membeli yang seharusnya diberikan kepada orang yang tak mampu.

“Sebetulnya secara aturan gas itu diperjual belikan hanya sebatas pangkalan saja,” kata dia, Minggu (28/6/2020).

Video Mesum Mobil Goyang PBB Viral, Ternyata Sempat Ada 175 Skandal Seksual Sebelumnya!

Tak Ingin Dituduh Menyebar Covid-19, Seluruh Penyelenggara Pilkada Bakal Dirapid Test

Amada Damkar Tebo Terbatas, Hanya Ada Lima Unit untuk 12 Kecamatan

Lanjutnya, jika masyarakat yang membeli di pangkalan bisa membeli dengan harga yang murah yakni Rp 17 ribu. Berbeda dengan masyarakat yang membeli di toko mencapai Rp 23 ribu hingga 25 ribu.

Dengan demikian, Mukhtamar Hamdi menyebutkan sampai saat ini belum ada tindakan atau sanksi kepada mereka yang menjual tabung gas di toko.

“Cuma ya bagaimana lagi, karena memang ini sudah menyebar, cuma untuk mencegahnya ya kita akan menerbit kartu pelanggan, sehingga tidak sembarang orang yang bisa membelai gas subsidi itu,” tambahnya.

Meski demikian, kabupaten kota di Provinsi Jambi juga harus membentuk tim terpadu, sebagai tim pengawas dalam penyaluran gas subsidi tersebut di setiap kabupaten kota.

“Ini wewenang teknisnya ada di mereka, jadi kita minta untuk pengawasan yang lebih ketat,” sebutnya.

Hamdi menyebutkan, untuk saat ini khusunya Kota Jambi sudah menerapkan kartu subsidi atau kartu pelanggan yang digunakan untuk masyarakat.

Kartu tersebut diserahkan di setiap pangkalan yang ada di setiap kelurahan yang telah di tetapkan.

“Nanti mereka sudah tau siapa yang mengambilnya, jadi jika tak memiliki kartu pelanggan tersebut tak bisa mengambil,” ungkapnya.

Berharap setiap kabupaten kota lainnya juga bisa menerapkan kartu pelanggan agar penyaluran gas bersubsidi tersebut bisa tepat sasaran.

Sehingga penjualan gas subsidi secara bebas dapat diatasi dengan baik. Tentunya ini juga barus ada peran penting pemerintah setempat.

Penulis: Zulkipli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved