Guru Menumpuk di Wilayah Perkotaan, Dinas Pendidikan Muarojambi Kurang Perhatikan Pemerataan
Anggota DPRD Muarojambi bukan hanya menyoroti soal kinerja Dinas PUPR, namun Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti masalah pendidikan
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hasbi Sabirin
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Anggota DPRD Muarojambi bukan hanya menyoroti soal kinerja Dinas PUPR, namun Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti masalah pendidikan di Muarojambi.
Sebab, untuk posisi penempatan para guru sebagai ujung tombak pendidikan harus menjadi perhatian serius.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Muarojambi, Baijuri dinas pendidikan kurang memperhatikan pemerataan para guru.
• BREAKING NEWS Warga SAD di Merangin Tewas Tertembak Kecepek Sendiri, Peluru Kena Dagu Tembus Kepala
• Detik-detik Kepala Warga Suku Anak Dalam Tertembak Peluru Senjata Sendiri, Tewas di Tengah Jalan
• Tak Didukung Berkarir di Militer, Tessy Srimulat Beralih Jadi Komedian, 6 Bulan Tak Ada Job di TV
"Banyak kita temukan di lapangan, kebanyakan guru menumpuk di wilayah perkotaan saja. Sementara, sekolah yang ada di pelosok malah kekurangan guru, " katanya, baru-baru ini saat paripurna penyampaian rekomendasi LKPJ Bupati Muarojambi tahun 2019 Dinas Pendidikan.
Menurutnya, hal in i perlu dijadikan pertimbangan untuk pemerataan agar yang di pelosok juga mendapat kesempatan yang sama, kewenangan kepala sekolah juga penting di evaluasi.
• Objek Wisata Biduk Amo di Merangin Diduga jadi Tempat Mesum? Ditemukan Banyak Bungkus Kondom
• Penjual Bakso Ludahi Mangkuk Pelanggan, Kepada Polisi Awalnya Mencium Setelah Itu Akui Perbuatannya
"Kebanyakan mengangkat sanak familinya menjadi guru honor di sekolah yang dipimpinnya. Padahal yang diangkatnya itu belum tentu memiliki kompetensi mengajar," pungkasnya.