Relaksasi Pendidikan, Wali Kota Jambi Rancang Aturan Ini Agar Siswa Bisa Masuk Sekolah

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha melakukan rapat koordinasi pendidikan secara virtual dengan semua kepala sekolah, SD, SMP negeri maupun swasta.

Penulis: Miftahul Jannah | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Miftahul Jannah
Wali Kota Jambi Syarif Fasha. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Wali Kota Jambi, Syarif Fasha melakukan rapat koordinasi pendidikan secara virtual dengan semua kepala sekolah, SD, SMP negeri maupun swasta, serta tenaga pengawas.

Rapat tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi. Rapat berlangsung di Aula Griya Mayang, Kamis (25/6).

Rapat tersebut diadakan dengan tujuan untuk meminta saran dan masukan dari seluruh pemangku pendidikan terhadap rencana untuk relaksasi pendidikan.

Fasha mengusulkan untuk diberikan relaksasi pendidikan, dengan berbagai skema yang nantinya akan diformulasikan oleh dinas pendidikan maupun dinas kesehatan.

"Meskipun saat ini siswa didik belum masuk ke sekolah tetapi, setiap sekolah itu sudah hadir tenaga pendidik dan tenaga kependidikan," kata Fasha.

PPDB Dimulai 29 Juni 2020, Fasha Minta Siswa Datang ke Sekolah Jangan Takut Virus Corona

Kasus Kekerasan pada Anak di Bungo Meningkat, Ternyata Hal Ini Jadi Penyebabnya

Selain itu, para kepala sekolah juga dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa, mereka akan mencoba pendaftaran untuk 29 Juni 2020, melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui online dan offline.

"Di mana offline ini diminta siswa atau orang tuanya hadir, dimana orang tua hadir untuk melihat kesiapan sekolah ini menjalankan protokol kesehatan," kata dia.

"Usulan-usulan tersebut adalah untuk tahun ajaran baru ini, untuk mencoba anak-anak ke sekolah tetapi dengan catatan dari sisi usia, seperti SMP kelas 7, 8 dan 9 mungkin akan diperbolehkan masuk," jelasnya.

Terkait masalah waktu ia menjelaskan, untuk kelas 9 masuk pukul 7.00 pulang pukul 10.00 dan hanya 3 jam, kelas 8 masuk pukul 8.00 pulang pukul 11.00, kelas 7 masuk pukul 10.00 pulang pukul 12.00.

Sedangkan untuk SD hanya diusulkan untuk kelas 4, 5 dan 6, dengan waktu yang sudah dibuat di antaranya, kelas 6 masuk pukul 7.00, kelas 5 pukul 8.00 dan kelas 4 pukul 10.00 berjalan hanya selama 3 jam.

Kemudian juga dirinya menjelaskan bahwa anak-anak tidak boleh melakukan perkumpulan selama berada di sekolah, dan sekolah tidak mengadakan istirahat karena jam pelajaran hanya selama 3 jam.

"Kantin-kantin juga belum diperbolehkan buka, dan anak-anak diwajibkan untuk membawa bekal ke sekolah," ujarnya.

"Jadi dipersiapkan sematang mungkin, termasuk juga apa yang akan mereka pelajari 3 bulan nanti bidang SD dan bidang SMP, dan juga para guru dan pengawas memakan memformulasikan, apa yang mereka berikan proses belajar mengajar pada saat tatap muka, termasuk juga yang virtual di rumah," sambungnya.

Jambi Rawan Narkoba, BNN Sarankan Pemkot Sungai Penuh Tes Urine Massal untuk PNS

Mitigasi Karhutla Sejak Dini, Danrem 042/Gapu: Kita Sudah Berkoordinasi

Dirinya juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan uji coba, jadi tidak ada kewajiban dan mengharuskan orang tua untuk mengirim anak ke sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved