Sudah Hadir di Persidangan, Kesaksian Mantan Rektor UIN STS Jambi Ditunda, Ini Alasan Majelis Hakim

Pemeriksaan Prof Hadri Hasan harus ditunda meski sudah dijadwal hari ini Rabu (24/6/2020).

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Hadri Hasan, mantan Rektor UIN Jambi (Peci Hitam) saat diambil sumpah pada sidang dugaan korupsi pembangunan auditorium tahun 2018. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu(24/6/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemeriksaan Prof Hadri Hasan harus ditunda meski sudah dijadwal hari ini Rabu (24/6/2020).

Mantan rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi diperiksa sebagai saksi di persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium tahun 2018.

Seperti terlihat di persidangan digelar hari ini di Pengadilan Tipikor Jambi. Hadri Hasan hadir bersama empat orang saksi lainnya.

Yakni Johanis mantan kepala bagian akademik, umum dan keuangan, saksi Fikri Abdillah selaku tim teknis dan Fakhrul Rozi Yamali selaku direktur CV Reka Ruang Kobsultan selaku konsultan pengawas dan Saksi Didik yang berperan sebagai mediator pada proyek tersebut.

Gelapkan Motor Kekasih, Pria di Kota Jambi Ini Akan Diseret ke Persidangan

Terungkap Alasan Mengejutkan Sherrin Tharia Pilih Gugat Cerai Zumi Zola yang Lagi di Penjara

Mantan rektor UIN dua priode hadir dipersidangan sekitar pukul 09.00 wib, ia mengenakan kemeja biru tua, peci hitam serta masker berwarna hitam.

Ia juga ikut diambil sumpah bersama para saksi lainnya, namun dikarenakan pertimbangan waktu yang sudah menunjukkan sekitar pukul 16.00 WIB, majelis hakim yang diketuai Erika Sari Emsah Ginting meminta agar saksi Hadri Hasan dan Johanis hadir kembali dipersidangan selanjutnya.

"Karna tadi sudah diambil sumpah, saksi nanti tidak perlu diundang lagi karna penyampaian majelis hakim ini sudah bentuk udangan ya," katanya.

Ada tiga saksi yang menjalani pemeriksaan pada persidangan hari ini (Rabu.red), yakni Fahrul Rozi Yamali, Fikri dab saksi Didik.

Kehadiran Hadri Hasan dan para saksi lainnya dianggap penting dalam pembuktian dugaan tindak pidana korupsi untuk terdakwa Hermantoni selaku PPK dan terdakwa lainnya yakni Iskandar Zulkarnain, John Simbolon dan Kristina.

Dimana pada proyek senilai Rp 35 miliar tersebut ditemukan adanya kerugian negara yangnilainya mencapai Rp 12,8 miliar. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved