Pengangguran Meningkat, Disnakertrans Jambi Buka Program Magang ke Jepang, Bisa Dapat Rp 15 Juta

Di antara manfaat yang didapat selain tiket transportasi Indonesia-Jepang, juga gaji minimal Rp15 juta, asuransi, tabungan usaha, tempat tinggal...

Tribunjambi/Darwin Sijabat
Magang ke Jepang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga kini, minat masyarakat Provinsi Jambi untuk magang di luar negeri masih rendah. Hal itu berdampak pada kurangnya keahlian yang dimiliki hingga jumlah angkatan kerja.

Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, Candra Purnama menjelaskan, banyak potensi yang bisa digali oleh masyarakat Jambi, khususnya yang memasuki usia produktif.

"Potensinya itu ada. Itulah yang harus digali, sehingga tenaga kerja itu punya skill," katanya, belum lama ini.

Peringati Hari Adhyaksa, Wakajati Jambi Sambangi Suku Anak Dalam di Tebo dan Berikan Bantuan Sosial

Bawaslu Muarojambi Minta Panwascam Awasi Pemutakhiran Data Pemilihan oleh KPU

Kakek Sugiono Versi Indonesia Cerita Soal Resep Ampuh Digemari Cewek-cewek Cantik

Data terakhir yang diperoleh, menutup tahun 2019, jumlah pencari kerja yang tercatat mengambil kartu AK1 sebanyak 15.054 orang, dengan rincian 6.555 orang laki-laki dan 8.499 perempuan.

Jika para pencari kerja tersebut memiliki keahlian yang dibutuhkan, menurutnya, mereka akan mendapat pekerjaan lebih layak dengan potensi penghasilan lebih tinggi. Dampak selanjutnya, akan meningkatkan kualitas angkatan kerja, khususnya di Provinsi Jambi.

Terkait hal itu, saat ini pihaknya tengah mengupayakan program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas, melalui program pemagangan ke Jepang dan caregiver.

Hal itu, kata dia, dilatarbelakangi semakin tingginya tingkat pengangguran dari tahun ke tahun. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, jumlah pengangguran di Provinsi Jambi tahun 2020 meningkat hingga 15,56 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.

"Maka program magang ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran dan melahirkan wirausahawan baru dan dapat menciptakan pekerjaan sekaligus mendukung pengembangan usaha ekonomi kreatif dan produktif," terangnya.

Program yang merupakan kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization Japan ini dijalankan melalui https://aratana-kibou.com/ sebagai wadah untuk pemagangan tersebut.

Untuk persyaratannya, jelas dia, sudah tertera di website tersebut. Sementara pendaftaran program magang ke Jepang di Provinsi Jambi, juga bisa melalui Disnakertrans atau melalui website.

"Nanti peserta akan diseleksi lagi, baik dari kemampuannya, kita lakukan medical check up, sampai pelatihan untuk siap diberangkatkan ke Jepang," jelasnya.

Peserta yang lulus tahapan di Jambi, akan mengikuti latihan di BLK Bekasi selama tiga bulan sebelum siap diberangkatkan ke Jepang.

Di antara manfaat yang didapat selain tiket transportasi Indonesia-Jepang, juga gaji minimal Rp15 juta, asuransi, tabungan usaha, tempat tinggal, sertifikat, dan manfaat lainnya.

Candra berharap, program tersebut dapat menjadi solusi dari masalah pengangguran, khususnya di Provinsi Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved