Dugaan Pungli Terminal Sarolangun

Kepala Terminal Sri Bulan Sarolangun Bantah Ada Pungli, Sekda Minta Izin Bus dan Travel Ditertibkan

Pengelola Terminal Tipe A Sribulan Sarolangun membantah adanya praktik pungli.

IST
Kepala Terminal Sri Bulan Sarolangun melakukan pertemuan langsung dengan rapat bersama pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah V Jambi dan Pemda, Senin (22/6). 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Pengelola Terminal Tipe A Sribulan Sarolangun membantah adanya praktik pungli.

"Kita membantah karena di terminal tidak ada pungli," kata Kepala Terminal Sulaiman, usai pertemuan langsung dengan rapat bersama pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah V Jambi dan Pemda, Senin (22/6).

Usai pertemuan dengan pihak Balai dan pemkab, pihaknya akan menindak lanjuti terkait perizinan pada kendaraan bus dan travel yang beroperasi di Sarolangun.

Sehingga persoalan terkait pungutan liar bisa ditelusuri dari pihak bus dan travel.

Dikira Tidur, Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Meninggal di Warung Kopi, Polisi Temukan Ini

Harga Cabai dan Bawang di Pasar Angso Duo Naik Lagi, Stok di Gudang Kosong

Hendak Jual Motor Hasil Curian, Warga Pagar Puding Dibekuk Tim Sultan Polres Tebo

"Yang jelas pada prinsipnyo kepala terminal kalau memang ado calo di dalam itu, loket yang dak punyo ijin, jika tidak ada, kita akan suruh keluar. Jadi yang di dalam nanti memang benar PO yang legal, dan punya pengurus pusat," katanya.

Selain itu juga pihaknya akan mendata ulang terkait kepemilikan loket bus atau travel. Upaya tersebut dilakukan untuk menertibkan para travel nakal. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh oknum travel gelap agar bisa memiliki penumpang.

"Misalnya agen sari mustika, kalu cuma ado papan merek dan SK tidak ada kita eksekusi. Karena ia mengambil penumpang atas nama sari mustika, ini akan kita data," ujarnya.

Sekda Sarolangun, Endang Abdul Naser mengatakan bahwa terkait pungli tersebut sudah menjadi masalah lama yang belum terjawab.

Ia meminta pihak terminal agar mendata kembali semua ijin trayek kendaraan bus dan travel.

"Tolong diverifikasi loket-loket itu, indikasi calo," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved