Dugaan Pungli Terminal Sarolangun
Dikira Tidur, Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Meninggal di Warung Kopi, Polisi Temukan Ini
Sopir truk batu bara di Kabupaten Sarolangun ditemukan meninggal di warung kopi di wilayah Sarolangun.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Sopir truk batu bara di Kabupaten Sarolangun ditemukan meninggal di warung kopi.
Awalnya rekannya membangunkan korban yang tidur di sebuah warung kopi wilayah perusahaan batu bara di Kecamatan Mandiangin.
Namun ketika dibangunkan, korban ternyata sudah tidak sadarkan diri.
Kapolsek Mandiangin, Iptu Adi Prayitno mengatakan bahwa sopir batu bara itu ditemukan meninggal pada Senin (22/6) sore di wilayah perusahaan batu bara.
Katanya, korban bernama Rudi (54) warga Sumatera Barat yang berprofesi sopir truk batu bara.
• Pilkada Tanjabtim, KPU Siap-siap Verifikasi Faktual Dokumen Dukungan Romi-Robby
• Jadi Bahan Campuran Aspal, Harga Karet di Jambi Berpotensi Naik
• Diberitakan Istrinya Ditolak RSUD Abdul Manap, Fasha Kunjungi Rumah Supendi, Ternyata Ini Faktanya
Berdasarkan keterangan rekan korban, ia diduga meninggal karena sakit perut yang dialaminya.
"Iya, bukan mayat, ada sopir batu bara habis muat dari stok file. Ia mengalami sakit perut, jadi berhentilah di warung, diurut dengan rekannya," kata Kapolsek.
Lanjutnya, bahwa korban ini memang memiliki riwayat sakit pada bagian perutnya. Namun ia memaksakan untuk bekerja dan akhirnya meninggal dunia.
Katanya, setelah diurut, korban tertidur di warung kopi yang masih berada dalam wilayah perusahaan. Sewaktu, rekannya mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan, Rudi tak bangun-bangun. Akhirnya tim kepolisian menghampiri untuk membawanya ke Puskesmas.
"Memang ia meninggal di warung kopi dan masih didalam wilayah perusahaan, sekitar jam 5 sore. Dipikir kawannyo dio tidur, tapi dibanguni sudah meninggal, dan langsung saya konfirmasi puskesmas," katanya.
Katanya, di puskesmas korban dilakukan visum dan hasil dari visum tidak ada tanda tanda kekerasan, hanya ada bekas kerokan.
Saat ini jenazah masih di puskesmas karnena masih menunggu keluarga dari Jambi. Rencananya jenazah akan di bawa ke Sumatera Barat.
"Iya istrinya kan di sana,( Sumatera barat)," katanya. (Yan)