Tinggal Dua Desa yang Belum Teraliri Jaringan Listrik di Provinsi Jambi

Kepala bidang energi kelistrikan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Yussvinoza mengatakan, untuk kategori desa, tinggal dua...

Tribunjambi/Rian
Sejak dusun dimekarkan pada 2005, rumah warga di Dusun Tigo, Batanghari belum teraliri listrik. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tahun ini tersisa dua desa belum teraliri jaringan listrik di Provinsi Jambi, sedangkan 19 desa lagi tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) masih berlangsung pengerjaan konstruksi yang dimulai sejak akhir Desember tahun lalu.

Kepala Bidang Energi Kelistrikan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Yussvinoza mengatakan, untuk kategori desa, tinggal dua desa belum teraliri jaringan listrik itu ada di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin dan Kerinci.

"Kalau 19 desa di Tanjabbar yang sedang proses konstruksi ada di tiga kecamatan yakni Abuan, Sebrang Kota dan Senyerang. Meski sedang proses artinya sudah teraliri, dan diharapkan kedepan kondisi di sana bisa 99 persen berlistrik, jadi ditargetkan tahun ini selesai," katanya belum lama ini.

Bintang The Goldfinch, Ansel Elgort Dituding Lakukan Pelecehan Seksual pada Gadis di Bawah Umur

Aksi Prajurit TNI Jadi Sorotan Dunia, Gagalkan Perang 2 Negara, Sampai Berani Hadang Tank Israel

Ada Gangguan Teknis DIbalik Tragedi Titanic, Tidak Pakai SOS, Ini Penyebab Sinyal Titanic Terganggu

Menurutnya, kendala yang dihadapi dari dua desa belum teraliri listrik itu adalah akses lokasi serta kondisi alam karena sulit ditempuh.

"Jarak tempuhnya, berbukit-bukit, rawa-rawa," ujarnya.

Namun, kondisi terkini masyarakat disana, lanjut Yos, memanfaatkan potensi lokal dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) swadaya masyarakat sekitar hanya saja terbatas.

"Jika melihat potensi yang ada di desa tersebut, adanya potensi air dan sinar matahari. Jadi solusi dari kami untuk sementara memanfaatkannya. Selain itu ada beberapa penggiat Energi Baru Terbarukan (EBT), sehingga sedang dikaji disana," sampainya.

Yos juga menyampaikan, bahwa untuk membantu mensejahterakan masyarakat maka pada tahun depan pihaknya akan menyediaan tenaga listrik bagi masyarakat miskin yang benar-benar tidak mampu.

"Kita sudah tiga kali survey ke Bungo dan Sarolangun, tapi terhenti karena Covid-19," katanya.

Nantinya, Yos mengatakan, berdasarkan hasil survey baru bisa ditentukan berapa banyak kuota dan anggarannya.

"Untuk itu berdasarkan hasil survey, nanti dipilah dianggarkan wilayah mana yang paling banyak. Tahun depan rencana ini akan dimulai, sedangkan untuk pembangunan jaringan listrik sementara akan dihentikan dulu," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved